Memangkas Jarak dan Waktu, Kemenhub Bangun Dua Kapal Penyeberangan

KENDARIPOS.CO.ID — Jazirah Sultra mencakup wilayah daratan dan kepulauan. Membangun infrastruktur demi kelancaran transportasi laut dan darat terus dilakukan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Dinas Perhubungan Sultra terus berkolaborasi membangun infrastruktur untuk memangkas jarak dan waktu.

Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf

Tersedianya infrastruktur transportasi akan menjamin kelancaran lalu lintas manusia, barang dan jasa. Kelancaran distribusi barang dan jasa akan menopang tegaknya perekonomian masyarakat.

Selain membangun dermaga dan terminal, Kemenhub juga membangun armada kapal. Saat ini dua unit kapal penyeberangan sedang dibangun Kemenhub dan akan di gunakan untuk melayani rute penyeberangan di Sultra. “Tahun ini, Kemenhub sudah mulai membangun dua unit kapal penyeberangan. Satu untuk Wakatobi melayani rute Tomia, Binongko, Kaledupa. Satu unit untuk rute Bombana-Tanjung Pising,” ujar Benny Nurdin Yusuf, Kepala BPTD Wilayah XVIII Sulawesi Tenggara kepada Kendari Pos, Rabu (18/11).

Dia mengatakan, pembangunan kapal dengan kapasitas 500 Gross Tonnage (GT) ditargetkan tuntas tahun 2021. Benny Nurdin Yusuf menyebut kapal rute Bombana-Tanjung Pising dibangun di Cirebon Jawa Barat. “Sedangkan kapal yang akan melayani rute Tomia-Binongko, Kaledupa dibangun di PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar,” ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur transportasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hal ini sesuai dengan pesan Presiden RI bahwa kita pemerintah harus selalu hadir di tengah masyarakat.
Untuk itu, pulau-pulau yang sudah terbangun dermaga atau infrastruktur transportasinya mestui ditopang dengan sarana pendukung. “Sehingga konektivitas antarpulau terwujud dan tentu harapan kita bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Benny Nurdin Yusuf.

Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Sultra pun tak tinggal diam. Dinas yang dinakhodai Hado Hasina terus bergerak mengoptimalkan konektivitas antarpulau di Sultra dengan penguatan sistem transportasi laut. Kepala Dishub Sultra, Hado Hasina mengatakan, Pemprov Sultra membangun konektivitas antarpulau untuk mempersiapkan langkah strategis dalam menjamin penguatan sistem transportasi laut.

“Total jalur penyeberangan di Sultra sekira 18 pelabuhan. Perlahan kita akan memenuhi standar ideal 35 pelabuhan penyeberangan di Sultra yang ditetapkan Kemenhub RI. Pelan-pelan akan kita penuhi untuk peningkatan jalur antarpulau di Sultra,” ujar Hado Hasina kepada Kendari Pos, Rabu (18/11) kemarin.

Hado Hasina mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kemenhub yang menambah dua unit kapal penyeberangan di Sultra. Hado menegaskan ke depan apabila anggaran memadai, Dishub Sultra masih akan menambah dermaga penyeberangan. Tambahan dermaga itu sebagai upaya membingkai konektivitas antarwilayah guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tapi lagi-lagi anggaran kita di Dishub memang kurang. Padahal jika ini dapat terwujud, kami meyakini variabel konektivitas sebagai kunci peningkatan kemandirian ekonomi. Bukan itu saja, dalam bingkai konektivitas antarpulau dapat menjadi upaya peningkatan daya saing ekonomi wilayah. Tentu ini sangat baik guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, “pungkas Hado Hasina. (rah/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *