Maha Karya Aman Masuk Program Unggulan Tahun 2021 – Kendari Pos
Nasional

Maha Karya Aman Masuk Program Unggulan Tahun 2021


KENDARIPOS.CO.ID — Sederet program unggulan Pemprov Sultra masih jadi fokus pembangunan tahun anggaran 2021. Pembangunan tiga mega proyek karya Gubernur Sultra, Ali Mazi dan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas (Aman) dioptimalkan rampung tahun depan. Tiga maha karya itu adalah jalan wisata Kendari-Toronipa, rumah sakit jantung dan perpustakaan modern.

Tiga mega proyek duet Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas (Aman) tetap masuk prioritas unggulan tahun 2021. Salah satunya adalah pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa. Saat ini pembangunan jalan masih on progres.

“Tiga program unggulan gubernur itu tetap menjadi prioritas kita agar bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Bukan itu saja, pemulihan ekonomi juga tetap bakal menjadi prioritas utama di 2021, sebab ini telah menjadi kebijakan nasional,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J. Robert kepada Kendari Pos, kemarin.

Robert menyebut, progres konstruksi gedung perpustakaan sudah di atas 90 persen. Pengerjaan fisiknya terus digenjot agar rampung 100 persen tahun 2021. Bukan saja konstruksinya tetapi juga interior dan ruang pelayanannya. “Kami harap saat peresmian nanti, sudah ada pelayanan. Jadi kita tidak hanya meresmikan konstruksi saja, tetapi juga pelayanan di dalamnya. Kita berharap akhir tahun 2021 bisa peresmian,”ungkapnya.

Sedangkan, pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa dan rumah sakit jantung dan pembuluh darah masih masih dalam progres yang diharapkan. “Saat ini kita mendorong dua program prioritas ini terus berjalan. Sebab MoU Pemprov dan PT SMI terkait pinjaman anggaran untuk kedua mega proyek itu sudah kita lakukan. Untuk jalan wisata sementara masih terus berjalan pekerjaanya di lapangan. Sementara RS Jantung masih berproses untuk tahapan lelang selanjutnya. Tapi kita tetap optimis kedua mega proyek ini bakal rampung sesuai target yang telah kita tetapkan,”beber Robert.

Selain itu, kata Robert, Pemprov Sultra juga fokus pada pemulihan ekonomi tahun 2021 sesuai
kebijakan nasional. Pandemi Covid ini berdampak pada seluruh sektor pembangunan dan ekonomi sehingga pemulihannya dilaksanakan tahun 2021 sampai tahun berikutnya. “Artinya kita tidak tahu sampai seberapa jauh. Kita tidak hanya berbicara persoalan mega proyek saja. Sebab, ada pandemi Covid-19 ini yang berdampak pada semua sektor, baik ekonomi, pendidikan dan sektor lainnya,” ungkapnya.

Robert melihat kondisi ekonomi saat ini perlahan kembali bergairah. Bisnis perhotelan dan usaha mikro bakal bergerak perkahan. Usaha-usaha yang terkait pembangunan infrastruktur mulai menggeliat. “Itu yang kita dorong. Kita buatkan semacam agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal lagi di tahun 2021,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sultra, Abdul Rahim mengatakan, pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa saat ini masih terus berjalan dan pekerjaan multiyears sampai pada awal 2022.

“Saat ini kita fokus pada pengerjaan timbunan dan pembebasan lahan. Alhamdulillah kita dapat sambutan baik di masyarakat, sehingga kami harap bisa lebih cepat,” kata Abdul Rahim.

Penimbunan dilakukan untuk membentuk badan jalan.
Di saat yang sama, pembangunan drainase dilakukan. Abdul Rahim menjelaskan pekerjaan jalan ini bukan hal yang mudah. Badan jalan mesti dipastikan benar-benar padat untuk menghasilkan kualitas jalan yang baik. “Jadi selain bekerja cepat, kualitas jalan juga harus menjadi perhatian kita,” tegas mantan Kepala Dinas PU Kota Baubau itu.

Lahan masyarakat yang terdampak proyek jalan sudah dipikirkan Pemprov Sultra. “Anggaran pembebasan lahan warga yang di siapkan tahan dua tahun ini sekira Rp 50 miliar. Belum rampung semua sehingga kita akan siapkan lagi tahun depan,” ungkap Abdul Rahim.

Penuntasan pekerjaan proyek jalan wisata Kendari-Toronipa ini bergantung dukungan dan partisipasi masyarakat khususnya para pemilik lahan.
Misalnya, menyiapkan administrasi yang dibutuhkan. Sehingga prosesnya ganti rugi pembebasan lahan menjadi lebih cepat.

Diketahui, untuk tahap II pembangunan jalan ini mulai dikerjakan sejak 28 Juli dan ditargetkan rampung 13 Februari 2022, dengan total anggaran Rp 756 miliar. Panjang jalan keseluruhan yang harus diselesaikan yaitu 14,5 kilometer, dengan pelaksanaan tahap pertama 2019 sepanjang 3,42 km dan sisanya sesuai kontraknya 11,145 kilometer. (rah/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy