Lansia Dilarang Umrah – Kendari Pos
Nasional

Lansia Dilarang Umrah


KENDARIPOS.CO.ID — Sudah cukup lama kerinduan umat Islam di Sultra menunaikan ibadah umrah terpendam akibat pandemi Covid-19. Pemerintah Arab Saudi membuka kembali keberangkatan umrah dari Indonesia, termasuk jemaah dari Sultra.

Meski begitu, Pemerintah Arab Saudi punya 11 syarat yang harus dipenuhi jemaah umrah Indonesia. Salah satunya, pembatasan usia jemaah, mulai usia 18 hingga 50 tahun. “Pemerintah Arab menetapkan siapa saja yang bisa melaksanakan ibadah umrah. Untuk sementara, lanjut usia (lansia) tidak diperbolehkan ibadah umrah demi menghindarkan mereka dari potensi penularan Covid-19,” kata Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad kepada Kendari Pos, kemarin.

Fesal menyarankan, bagi lansia atau jemaah yang berumur di atas 50 tahun untuk melaksanakan ibadah umrah pada saat kondisi benar-benar aman dari Covid-19. “Mereka sangat rentan tertular karena imunitas tubuhnya sudah mulai menurun. Apalagi mereka yang punya riwayat penyakit penyerta atau komorbid, itu tidak diperbolehkan. Begitu juga mereka yang berusia 18 tahun ke bawah atau anak kecil, tidak diizinkan berangkat,” ungkapnya.

Menurut Fesal, 11 syarat atau regulasi dari Pemerintah Arab Saudi sudah dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 719 Nomor 2020 tentang penyelenggaraan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. “Semuanya sudah diatur. Mulai dari persyaratan yang harus dipenuhi jemaah, penerapan protokol kesehatan, karantina, kuota hingga soal transportasi, akomodasi dan konsumsi jemaah. Intinya kami pastikan keberangkatan dan kepulangan jemaah bisa terhindar dari Covid-19,” kata Fesal.

Ditanya soal kuota umrah untuk Sultra, Fesal mengaku belum mendapatkan informasi dari Kementerian Agama RI. Menurutnya, kecil kemungkinan mendapatkan kuota tersebut, mengingat pemeritah Arab Saudi hanya menerima sekira 20 ribu jemaah pada pembukaan ibadah umrah tahap pertama, 1 November. Kuota 20 ribu jemaah itu diperebutkan semua negara.

“Ada kuota untuk Indonesia. Kalau tidak salah tahap pertama itu sekira 360 jemaah yang berangkat dari seluruh Indonesia. Kalau yang berasal dari Sultra saya belum dapat informasinya. Sebab, kami belum terima laporan dari agen perjalanan umrah dan Dinas Perizinan yang suntik vaksin meningitis jemaah,” kata Fesal.

Fesal menambahkan, untuk kuota sudah disebutkan dalam KMA bahwa yang diprioritaskan berangkat umrah adalah jemaah yang tertunda keberangkatannya tahun 1441 hijriyah lalu serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus dan Umrah (Amphuri) Sultra, H. Kasim Angki mengatakan, pada pemberangkatan tahap pertama, pihaknya belum mendapatkan informasi adanya jemaah asal Sultra. Ia justru mendapatkan informasi bahwa rata-rata yang berangkat adalah para agen travel perjalanan.

“Kebanyakan yang berangkat adalah para pemilik travel. Mereka ingin memastikan bahwa berangkat umrah saat ini sudah aman. Sedangkan untuk jemaah kami belum dapat informasi. Di Sultra bahkan tidak ada. Mungkin masih ragu karena saat ini masih pandemi Covid-19,” ujar Kasim Angki.

Sementara itu, Abri warga Lepo-lepo, Kendari memilih membatalkan niatnya umrah tahun ini. Padahal ia sudah menyiapkan berbagai keperluan termasuk biaya pendaftaran. Alasannya, karena pandemi Covid-19 belum berlalu. “Saya sudah dengar kabar bisa pergi umrah. Tapi saya masih ragu karena saat ini masih musim Corona. Kalau berangkat umrah sudah lama saya niatkan,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun dari Kemenag RI bahwa jemaah umrah pada 1441 Hijriah yang tertunda karena pandemi Covid-19 harus diprioritaskan untuk berangkat. Hal ini diungkapkan Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Oman Fathurahman. Dirinya meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memprioritaskan keberangkatan jemaah umrah yang tertunda keberangkatannya pada 1441 H.

Dia mengaku bahwa pihaknya telah menerbitkan surat edaran untuk PPIU yang salah satu poinnya meminta soal prioritas jemaah yang tertunda. “Kami minta PPIU memprioritaskan jemaah yang tertunda pada musim umrah tahun 1441H untuk diberangkatkan lebih awal dari pendaftar umrah baru,” terang dia dalam keterangannya.

Berdasarkan Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat ada 26.328 jemaah yang tertunda keberangkatannya dari usia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi. (ags/b/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy