Kembali Belajar Tatap Muka “Tantangan Guru Profesional” Oleh : Prof. Hanna – Kendari Pos
Kolom

Kembali Belajar Tatap Muka “Tantangan Guru Profesional” Oleh : Prof. Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Semenjak pandemi Covid-19, sekolah di seluruh Indonesia diliburkan dan pembelajaran dilakukan jarak jauh (PJJ) dari rumah hingga saat ini. Wacana belajar tatap muka dikabarkan akan dimulai Januari tahun 2021. Tentu saja ini perlu kita terima secara arif dan bijaksana sebagai salah satu kepedulian pemerintah akan kualitas dan mutu penddikan. Mendikbud RI Nadiem Makarim mengizinkan pemerintah daerah membuka sekolah atau belajar tatap muka di seluruh sekolah yang berada di zona hijau dan kuning mulai Januari 2021.

Prof. Hanna

Pemerintah pusat ini memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah bersama sekolah dan orang tua murid untuk mempersiapkan diri membuka sekolah. Kebijakan ini untuk menyelamatkan anak Indonesia dari ketertinggalan pelajaran karena berbagai masalah PJJ yang sudah berjalan 9 bulan ini dinilai tidak efektif akibat minimnya sarana dan prasarana pendukung PJJ seperti akses internet yang tidak merata khusunya daerah-daerah tertinggal. Tentu saja ada yang setuju dan ada yang tidak setuju yang dibarengi alasan rasional.

Bagi mereka yang setuju tentu karena padangan bahwa kondisi Covid 19 sudah melandai, namun yang kurang setuju mengkhawatirkan adanya risiko. Masih banyak sekolah-sekolah yang belum siap dari secara protokol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran Covid-19. Kita perlu pahami bahwa kebijakan pemerintah tidak lahir begitu saja tanpa melalui kajian yang valid dan relabel berdasarkan pendekatan yang tepat. Pemerintah tidak akan berani melakukan suatu kebijakan tanpa data yang cukup.

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Pendidikan yang berkualitas dapat meningkatkan peluang dalam menjadikan negara Indonesia sejajar dengan negara-negara yang sudah maju. Namun, saat ini pandemi Covid-19 menjadi penghambat pendidikan Indonesia maju dan membuat wajah pendidikan berubah drastis.

Jika kita mencermati kebijakan ini maka kita simpulkan bahwa ternyata ada masalah pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ini yakni, PJJ tidak efektif diberlakukan karena kondisi geografis Indonesia khususnya Sultra yang doninan masyarakatnya berada di kepulauan yang tentu saja belum mampu mengakses jaringan internet. Demikian juga ancaman loss learning dan yang paling mengkhawatirkan adanya peningkatan jumlah pekerja anak. Ketiga kondisi ini menjadi rujukan utama guru untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Pendidikan sendiri berlangsung melalui dan di dalam pergaulan, namun tidak semua pergaulan bersifat mendidik atau dapat dikatakan bersifat pedagogik. Pergaulan akan bersifat pedagogik apabila pendidik atau orang dewasa bertujuan memberikan pengaruh positif kepada seseorang dan pendidik juga memiliki wewenang terhadap orang tersebut berdaasarkan pada kompetensi pedagogik.

Kompetensi pedagogik menjadi penting dalam profesi sebagai pendidik karena yang berkaitan dengan kemampuan memilih berbagai tindakan yang paling baik untuk membantu perkembangan peserta didik. Kompetensi pedagogik akan menghindarkan seorang pendidik profesional melakukan kegiatan pembelajaran yang bersifat monoton dan bersifat demagogik, dan membuat peserta didik kehilangan minat serta daya serap dan konsentrasi belajarnya. Oleh karena itu diperlukan variasi yang tepat. Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif terhadap pemahaman peserta didik. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy