Kasus Stunting di Kota Kendari Turun – Kendari Pos
Metro Kendari

Kasus Stunting di Kota Kendari Turun

KENDARIPOS.CO.ID — Hingga November, jumlah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi ini mencapai 157 kasus. Meski mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun 2019 lalu sebanyak 190 kasus, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir meminta Dinkes intens melakukan edukasi ke masyarakat.

Untuk mencegah stunting, orang tua harus rutin memeriksa kesehatan anaknya di Puskesmas maupun Posyandu

“Saat ini, masyarakat khususnya ibu hamil maupun yang masih menyusui tidak memungkinkan untuk berkumpul di Puskesmas atau tempat keramaian karena sangat rentan (tertular Covid-19). Oleh karena itu saya minta kepada Dinkes maupun pihak terkait untuk tetap intens kelapangan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ibu dan balitanya,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Selain dinkes, ia juga meminta seluruh pihak terkait untuk berkolaborasi mencegah stunting di Kendari agar tidak mengalami peningkatan. Sulkarnain mencontohkan, peran aktif PKK dan Puskesmas dalam melakukan pencegahan masalah stunting dimana PKK melalui kader-kadernya yang ada di Kelurahan dan Kecamatan, itu bisa melakukan edukasi dengan metode pendekatan keluarga.

Puskesmas lanjut Sulkarnain, tidak hanya melakukan tindakan kuratif namun juga melakukan tindakan preventif atau pencegahan. “Yang terpenting juga ketelibatan Disperindag yang berkolaborasi dengan Dinkes itu bisa memenuhi kebutuhan gizi anak, terlebih bagi mereka yang berasal dari kalangan tak mampu,” kata Sulkarnain.

“Bukan hanya mengatasi persoal gizi. Kolaborasi yang terjalin setidaknya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pelibatan mereka dalam program-program pemerintah. Karena dengan kesejahteraan yang meningkat masyarakat bisa memenuhi kebutuhan gizinya,” tambahnya.

Kepala Dinkes Kota Kendari, drg. Rahminingrum mengaku siap melaksanakan instruksi Wali Kota terkait sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting di masyarakat. Pihaknya pun berkomitmen untuk mengurangi jumlah kasus yang ada serta melakukan upaya preventif sebelum terjadi penambahan. “Sebenarnya upaya ini kita sudah galakkan jauh hari sebelumnya. Akan tetapi penguatan dan arahan Bapak Wali Kota maka akan kami genjot lagi tentu dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Rahminingrum.

Saat ini, pihaknya terus mendorong fungsi petugas layanan di Puskesmas untuk tak hentinya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada ibu hamil soal pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan. “Penyebab stunting adalah kurangnya asupan gizi dan protein saat ibu sedang mengandung. Begitupun ketika sudah melahirkan di mana pola pemberian makan kepada anak yang kurang teratur dan tidak diikuti asupan gizi dan protein yang tidak memadai. Sehingga peran kita sangat penting dalam rangka sosialisasi dan edukasi, serta membantu pemenuhan gizi,” kata Rahminingrum. (b/ags)

Kasus Stunting di Kota Kendari
November 2019 190 Kasus
November 2020 157 Kasus

Upaya Pemkot
Dinkes Intens Edukasi Warga
Aktifkan Peran Puskesmas dan PKK
Kolaborasi Dinkes-Diperindag Pemenuhan Gizi Anak Warga Tak Mampu

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy