Kasus Narkoba di Sultra Meningkat 60 Persen – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kasus Narkoba di Sultra Meningkat 60 Persen


KENDARIPOS.CO.ID — Narkoba sudah musuh bersama di negeri ini. Namun tidak bagi pengguna, pengedar dan bandar. Narkoba bagi mereka adalah “surga”. Kendati begitu, perangkat hukum lintas lembaga tak tinggal diam. BNN, Polri, TNI dan lembaga lainnya terus bergerak memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Semua bersatu memberantas narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa.

Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko (dua dari kiri), Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya (kiri), Kepala BNNP Sultra Kombes Pol Sabaruddin Ginting (tiga dari kiri) rapat bersama aparat penegak hukum Sultra dalam upaya pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba di ruang rapat BNNP Sultra, Kendari, Kamis (26/11) kemarin.

Saat berkunjung di Sultra, kemarin, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Heru Winarko mengatakan narkoba menjadi masalah yang luar biasa. Menghadapi kenyataan tersebut, pemerintah pusat dan daerah saling bahu membahu mengatasinya. Sinergisitas antarpemangku kebijakan, harus terjalin baik demi memberantas pasar gelap penyalahgunaan narkotika di Sultra.

Komjen Pol Heru Winarko bersama Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra dan Kepala BNN Provinsi Sultra, Kombes Pol Sabaruddin Ginting membahas upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) dan kesiapan tim assement terpadu (TAT) di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kunjungan ini dalam rangka mempererat komunikasi, sinergisitas dan menyamakan persepsi antarinstitusi dan lembaga penegak hukum dalam rangka upaya P4GN yang telah dilaksanakan selama ini. Pastikan semua masyarakat Indonesia dan Sultra hidup 1000 persen, tanpa narkoba,” ujarnya dalam audiensi bersama aparat penegak hukum di Sultra terkait acara pemeriksaan singkat (APS) dan pelaksanaan tim asessment terpadu (TAT) di kantor BNNP Sultra, Kamis (26/11) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Komjen Pol Heru Winarko mengapresiasi BNN Provinsi Sultra yang giat melakukan langkah strategis dan koordinatif kepada seluruh unsur Forkopimda dalam melakukan P4GN di Sultra. Menurut alumnus Akabri tahun 1985 itu, pelaksanaan Tim Assesment Terpadu (TAT) harus dioptimalkan lagi, sebab tim ini memiliki tugas memberikan rekomendasi bagi hakim mengenai tingkat ketergantungan dan keterlibatan tersangka pada tindak pidana narkotika. Sehingga melalui rekomendasi TAT, penindakan terhadap pengguna narkotika bisa disesuaikan.

“Kita merujuk pada Peraturan Bersama (Perber) tentang penanganan pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika ke dalam lembaga rehabilitasi oleh tujuh instansi yaitu Mahkamah Agung, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian (Mahkumjakpol) plus BNN, Kemenkes, dan Kemensos,” ungkap Komjen Pol Heru Winarko di hadapan Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra dan Kepala BNN Provinsi Sultra, Kombes Pol Sabaruddin Ginting.

Peraturan bersama itu mengatur tentang penanganan penyalahguna narkoba secara lebih ideal melalui asesmen terpadu. Setiap tersangka yang ditangkap, idealnya diserahkan ke Tim Assesment Terpadu (TAT) agar bisa ditentukan, apakah penyalahgunaan murni, pengedar atau bandar.
“Penyalahguna itu adalah korban dari kejahatan narkotika, sehingga sebaiknya diobati dan disadarkan bukannya malah dihukum. Peran masyarakat dalam proses pemulihan penyalahguna juga sangat diperlukan. Sehingga setelah proses rehabilitasi dilalui, penyalahguna narkotika bisa diterima masyarakat,” pungkas Komjen Pol Heru Winarko.

Kepala BNNP Sultra, Kombes Pol Sabaruddin Ginting mengatakan upaya P4GN bukan hanya tugas BNNP Sultra semata. Seluruh elemen di Sultra dilibatkan sesuai dengan amanah Pasal 104 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yakni masyarakat mempunyai kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta membantu P4GN dan prekursor narkotika. “Nah tentunya menjaga sinergisitas menjadi yang utama bagi kami, baik antara unsur pemerintahan, swasta, aparat penegak hukum serta segenap lembaga vertikal lainnya,” ujarnya.

BNNP Sultra menurut Kombes Pol Sabaruddin Ginting akan memaksimalkan penerapan program Tim Assesment Terpadu (TAT). Ke depan akan dilakukan pengembangan tempat rehabilitasi bagi pecandu (penyalahguna narkoba) di Sultra. “Hal itu sesuai trisula BNN, yaitu pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi,” tutupnya.

Sementara itu Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya melalui Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman mengatakan mengingat peredaran narkoba di Sultra cukup meresahkan, maka pihaknya siap bersinergi dengan penegak hukum dan lembaga lainnya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Sultra.

Kasus narkoba di Sultra meningkat. Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman merinci jumlah peningkatannya. “Tahun 2019 kami mengungkap sekira 250 kasus. Tahun 2020 sampai November ini jumlahnya meningkat hampir 60 persen yakni sekira 360 kasus. Tersangkanya pun bertambah, dari 190 menjadi 440 orang yang kami tangkap selama tahun 2020 ini,” ungkapnya.

“Semua upaya pencegahan intens kami lakukan, baik secara preventif, penyuluhan hingga razia. Kami Polda Sultra tidak pernah lelah apalagi menyerah dalam memberantas kasus penyalahgunaan narkotiba di Sultra. Kami bertekad menekan kasus hingga zero kasus,” sambung Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman.

Narkoba jenis sabu paling dominan berhasil diungkap polisi. Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman dalam dua tahun terakhir, pihaknya berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu sekira 22 kilogram. “Rata-rata kami sita identik dengan sabu dari Cina. Dari Cina masuk ke Malaysia lalu ke Kalimantan Utara, menuju Balikpapan sampai ke Palu dan masuk ke Sulawesi Tenggara,” tutup Kombes Pol Muhammad Eka Faturrahman. (ndi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy