Kasi Ops Korem 143 HO : Meneladani Nilai Kepahlawanan Pejuang

KENDARIPOS.CO.ID — Jiwa nasionalisme begitu kuat tertanam dalam jiwa rakyat Indonesia. Proklamasi yang dikumandangkan 17 Agustus 1945 menjadi pegangan rakyat, TKR dan arek-arek Surabaya. Kemerdekaan Republik Indonesia harga mati. Ultimatum tentara sekutu yang meminta bendera merah putih diletakkan di atas tanah, dan rakyat, pemuda serta TKR menyerahkan diri ditolak.

Patriotisme rakyat Indonesia tergugah untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. 10 November 1945, perang melawan tentara sekutu pecah. Banyak rakyat, pemuda dan TKR yang gugur dalam pertempuran 10 November itu. Mereka adalah pahlawan bangsa. Mereka rela mengorbankan jiwa demi mempertahankan kemerdekaan dan mengusir kolonialisme dan imperialisme dari bumi Indonesia. Sejatinya nilai-nilai kepahlawanan mereka terpatri kuat dalam diri generasi saat ini dan menjadi pahlawan masa kini.

Direktur Utama Kendari Pos Irwan Zainuddin, Wakil Ketua DPRD Sultra H. Herry Asiku, Kasi Ops Korem 143/HO Kolonel Infanteri Ardiansyah dan Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi usai bincang pagi di Kendari Pos Channel di Graha Pena Kendari Pos, Selasa (10/11).

Kepala Seksi Ops Korem 143 Halu Oleo Kolonel Infanteri Ardiansyah mengatakan bagi prajurit TNI, nilai kepahlawanan sudah menjadi darah daging. Nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan wajib diwariskan dan ditanamkan dalam jiwa generasi saat ini. Tidak hanya para prajurit TNI atau Polri tetapi seluruh warga negara Indonesia harus menanamkan nilai tersebut. “Masing-masing dari kita adalah pahlawan. Setidaknya menjadi pahlawan buat diri sendiri maupun keluarga,” ujarnya saat menjadi pembicara di Kendari Pos Channel di Graha Pena Kendari Pos, Selasa (10/11) kemarin.

Kolonel Infanteri Ardiansyah menjelaskan jasa pahlawan tak hanya diingat setiap 10 November. Namun perjuangan dan pengorbanan para pahlawan mempertahankan kedaulatan NKRI mesti dikenang sepanjang masa. Kecintaan generasi bangsa terhadap Indonesia harus ditempatkan pada titik paling atas. “Jasa para pahlawan sangat luar biasa, tidak hanya meninggalkan sejarah bangsa, tetapi juga mengajarkan keteladanan seperti kejujuran, kegigihan, pantang menyerah, dan menunaikan kewajiban serta hak sebagai penerus bangsa,” ungkapnya.

Nilai kepahlawanan para pejuang mesti menjadi teladan seluruh rakyat Indonesia. “Ketika kita bisa menjadi pahlawan buat diri kita sendiri, dan mampu menginspirasi orang lain, maka sejatinya kita pahlawan buat semua orang,” tutur Kolonel Infanteri Ardiansyah.

Menjadi pahlawan dalam konteks kekinian, tidak lagi dengan mengangkat senjata namun berkontribusi positif dan bermanfaat bagi semua makhluk maka sesungguhnya telah menularkan nilai-nilai kepahlawanan. Contohnya tidak mudah termakan berita hoax , ujaran kebencian dan isu Sara. “Karena tantangan kita era digital ini begitu berat. Bijaksanalah memanfaatkan digital, jangan sampai era digital menggerus semangat perjuangan kita. Mari bangkitkan jiwa patriotisme kita semua,” pungkas Kolonel Infanteri Ardiansyah. (m2/c)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *