Hari Ini, Setahun Sultan Himayatudin Dinobatkan Pahlawan Nasional – Kendari Pos
Nasional

Hari Ini, Setahun Sultan Himayatudin Dinobatkan Pahlawan Nasional

KENDARIPOS.CO.ID — Hari ini, 10 November 2020, negeri ini memeringati Hari Pahlawan. Warga Sultra pun patut berbangga punya pahlawan nasional asal Buton. Dia adalah Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo). Sang Sultan dinobatkan sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK/2019 tanggal 7 November 2019.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, hari pahlawan ini tepat setahun Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo. Gubernur Sultra Ali Mazi selaku ahli waris hadir langsung di Istana Negara menerima gelar pahlawan nasional untuk Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi pada 10 November 2019.

“Tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua masyarakat Sultra. Hari ini kita mengenang tepat setahun penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi. Saya meminta aktualisasikan nilai kejuangan Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) dalam spirit pembangunan kekinian untuk masa depan Sultra,” ujar Gubernur Sultra, Ali Mazi kepada Kendari Pos, Senin (9/11) kemarin.

Dia menjelaskan, pahlawan nasional yang dikenal dengan julukan Oputa Yi Koo itu tentu harus menjadi teladan para generasi muda untuk terus berjuang walaupun dalam perjuangan yang berbeda di era milenial ini. “Tentu ini sebagai teladan dalam melihat perjuangan yang dilakukan. Bukan itu saja, Sultan Himayatuddin sebagaimana kalangan aristokrasi Keraton Wolio-Buton umumnya memperoleh pendidikan akhlak dan budi pekerti berlandaskan Islam yang tentu sangat baik dijadikan teladan. Terlebih generasi muda, yang akan menghadapi abad 21 harus lebih inovatif dan kreatif dalam pemanfaatan teknologi. Perang pengetahuan harus menjadi sebuah daya saing generasi muda memberi yang terbaik untuk daerah kita tercinta,”jelas Gubernur Sultra Ali Mazi.

Gubernur Sultra dua periode itu melanjutkan jabatan bagi Sultan Himayatuddin bukan satu-satunya alasan untuk melawan penjajah, melainkan kebebasan bangsanya dari belenggu kekuasaan kompeni Belanda. Dengan prinsip itu ia bergerilya dan berjuang dengan menyusun strategi guna mengusir penjajah dari tanah kelahirannya. “Gelar Oputa ini diberikan kepada Sultan Himayatuddin karena dalam menerapkan strategi gerilya melawan penjajah Belanda. Kala itu, dia keluar masuk hutan sehingga orang menyebutnya sebagai ‘Sultan di hutan’,” ungkap Ali Mazi.

Paska Sultra Himayatuddin (Oputa Yi Koo) dinobatkan pahlawan nasional, Pemprov Sultra menyusun agenda seperti prosesi satiago dan haroa, pendirian yayasan Oputa Yi Koo, pencetakan kembali buku perang Buton dan kompeni Belanda tahun 1752 sampai 1776, nampak tilas perjuangan Oputa Yi Koo, pembuatan film berkaitan heroisme Oputa Yi Koo. “Selanjutnya perencanaan pembangunan museum dan patung bersama Pemkot Baubau dan Pemkot Kendari serta penempatan gambar atau pigura Sultan Himayatuddin di kantor pemerintahan dan dinas dilingkup Pemprov Sultra,”kata Ali Mazi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio mengatakan pihaknya ingin mengungkap nilai-nilai perjuangan pahlawan nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yi Koo) kepada generasi muda saat ini. “Ke depannya, kita akan menjadikan sejarah Oputa Yi Koo ini sebagai salah satu bahan pembelajaran di sekolah khususnya tingkat SMA dan SMK melalui buku ajar. Sebab, bila kita tidak lakukan ini maka generasi penerus tak akan tahu tentang sejarah pahlawan nasional kita,” ujar Asrun Lio.

Asrun berharap nilai-nilai penting dalam sejarah kepahlawanan Sultan Himayatuddin bisa diambil dan diaktualisasikan dalam kehidupan generasi muda sebagai bekal untuk di masa mendatang. “Contohnya, nilai perjuangan Sultan Himayatuddin yang memperjuangkan nasib dan hak-hak rakyatnya yang mendapatkan perlakuan tidak wajar oleh penjajah sehingga dia bangkit melawan. Nah, dalam kehidupan saat ini, tentu generasi muda bukan lagi berjuang dengan berperang tapi berjuang dalam menghadapi perubahan zaman dengan terus belajar dan aktualisasi diri ke arah yang lebih baik,” ungkap Asrun Lio. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy