Halau Banjir, Sulkarnain Kebut Pembangunan Kolam Retensi – Kendari Pos
Nasional

Halau Banjir, Sulkarnain Kebut Pembangunan Kolam Retensi


KENDARIPOS.CO.ID — Saban musim hujan, Kota Kendari kerap dilanda banjir. Terjangan bencana banjir menyisakan kerugian materi yang tak sedikit bagi warga Metro Kendari. Pemkot Kendari dalam kendali Wali Kota Sulkarnain Kadir sudah melakukan berbagai ikhtiar mitigasi bencana.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) saat memantau pembangunan kolam retensi boulevard Sungai Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo. Pemkot dan BWS Sulawesi IV Kendari mengebut pembangunan kolam retensi untuk mengantisipasi banjir

Salah satu upaya itu melawan serangan bencana, Pemkot sudah menyiapkan pertahanan dengan membangun kolam retensi. Kolam itu merupakan salah satu solusi jangka panjang mengatasi banjir. Kolam retensi berfungsi mengganti lahan resapan yang sudah tidak bisa lagi menjalankan fungsinya dengan maksimal. Kolam buatan ini akan menampung air hujan secara langsung dan menampung aliran air dari sistem drainase untuk diresapkan ke dalam tanah.

Nah, musim hujan sebentar lagi datang. Memang sudah sepantasnya melakukan persiapan menghalau potensi banjir. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun ini. Diprediksi sebagian besar wilayah Sultra akan memasuki periode awal musim hujan sejak akhir Oktober hingga November 2020.

Hal ini mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Kendari. Pembangunan kolam retensi di sekitar Sungai Wanggu dikebut Pemkot dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari. “Kami terus bangun komunikasi dengan pihak balai supaya pembangunan kolam retensi bisa cepat selesai. Alhamdulillah, respons pihak balai sangat baik. Pembangunan terus berjalan,” kata Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Rabu (4/11) kemarin.

Sulkarnain yakin jika kolam retensi Sungai Wanggu tuntas di bangun, maka permasalahan banjir di Kota Kendari bisa segera teratasi. Sebab, penyebab utama banjir di Kota Kendari karena luapan air Sungai Wanggu yang tidak bisa dikendalikan saat musim penghujan tiba.

“Sebenarnya banjir itu tidak bisa hilang, tapi kita bisa kendalikan. Nah, saya harap pembangunan kolam retensi terus dikebut pihak balai supaya kita bisa segera terbebas dari banjir yang sangat merugikan dan membahayakan keselamatan warga khususnya yang bermukim dibantaran sungai,” kata Sulkarnain.

Selain mendorong percepatan pembangunan kolam retensi dalam upaya pencegahan banjir, Sulkarnain mengaku pihaknya tengah merevitalisasi sungai Lepo-lepo yang terletak di Kecamatan Baruga dan Sungai Kambu di Kecamatan Kambu.

Adapun revitalisasi yang dimaksud yakni melakukan penataan sungai tepi dan kedalam sungai serta dengan membangun pengaman tebing (tanggul) yang berfungsi menghalau luapan banjir supaya tak langsung kepemukiman warga. Tanggul tersebut juga sangat efektif untuk mencegah tanah longsor dibantaran sungai.

Adapun anggaran pembangunan pengaman tebing tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 2,75 miliar. Rinciannya, sebesar Rp 1,78 miliar pembangunan pengaman tebing di Sungai Kambu dan Rp 970 juta untuk pembangunan di Sungai Lepo-lepo.

Sulkarnain menargetkan pembangunan tanggul tuntas dikerjakan pada November ini atau dikerjakan selama 150 hari sejak 22 Juni hingga 20 November 2020. Ia pun berharap dengan terbangunnya pengaman itu setidaknya bisa mengurangi risiko banjir ketika musim penghujan melanda kota Kendari atau pun hujan dihulu. “Upaya ini juga setidaknya bisa menghilangkan rasa khawatir pada warga yang bermukim tak jauh dari bantaran sungai,” jelas Sulkarnain.

Terpisah, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Haeruddin C. Maddi mengatakan, progres pembangunan kolam retensi boulevard Sungai Wanggu sudah mencapai 88 persen. Ia berkomitmen menggenjot progres pembangunan kolam dan memastikan peresmiannya tak meleset dari target yang telah ditentukan. “Pembangunan terus berjalan, Insya Allah tuntas tahun ini,” ujarnya.

Sekedar informasi, Pemkot dan BWS Sulawesi IV Kendari bersinergi dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi dengan membangun kolam retensi Boulevard di sekitar Sungai Wanggu. Dipilihnya kawasan Sungai Wanggu karena sungai ini terbesar dan penyumbang banjir paling ekstrim diantara 13 sungai lainnya yang bermuara di Teluk Kendari.

Kolam retensi Boulevard ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu kolam retensi hulu dan hilir. Kolam retensi hulu memiliki luas areal tiga hektare dengan volume tampung 150 ribu mete kubik. Sementara kolam retensi hilir memiliki luas areal 5,9 hektare dengan volume tampung sekira 295 ribu meter kubik.

Jika kedua kolam retensi ini berfungsi maka akan dapat mereduksi banjir yang terjadi di kota Kendari sebesar 2,46 persen untuk kala ulang 25 tahun (Q25). Tidak hanya itu kedepannya juga telah di rencanakan pembangunan kolam regulasi Baruga/Nanga-nanga, dan pembangunan enam cekdam di Hulu Sungai Wanggu, juga akan dilakukan peningkatan drainase yang ada di dalam Kota Kendari.

Jika seluruh sistem dari hulu–hilir tersebut telah terbangun dan saling terkoneksi dengan baik maka permasalahan banjir yang sering menggenangi kota kendari dapat direduksi hingga 60 -75 persen. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy