Guru SMPN 1 Kendari Kunjungi Siswa di Rumah

Gedung SMP Negeri 1 Kendari


KENDARIPOS.CO.ID — Optimalisasi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan. Setiap sekolah punya strategi untuk mendekatkan siswa dengan pembelajaran di saat kondisi yang mengharuskan serba online ini.

Nah, pihak SMPN 1 Kendari punya cara mengantisipasi siswa yang tak bisa melakukan pembelajaran online Dan offline. Guru-guru sekolah ini, melakukan kunjungan ke rumah siswa.

Kepala SMPN 1 Kendari, Mahdin, M.Pd., mengungkapkan bahwa di tengah pandemi, Pemkot Kendari melalui Dikmudora Kendari, telah memberlakukan home visit bagi siswa yang terkendala belajar online/offline. Tentu ini sangat membantu kelancaran pembelajaran.

“Kami berlakukan home visit, bagi siswa-siswi yang tidak pernah sama sekali mengikuti proses pembelajaran baik itu secara daring dan luring. Karena bagaimanapun mereka harus mendapatkan proses pembelajaran yang sama dengan teman-temannya, sehingga penerapan kunjungan kerumah, diberlakukan bagi mereka yang tidak pernah sama sekali mengikuti PBM selama kurang lebih satu hingga dua minggu,” ungkap Mahdin, Minggu (8/11).

Diakuinya, dalam penerapan home visit memiliki beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh guru, jika ingin melakukan kunjungan ke rumah siswa.

“Syaratnya rumah sisiwa-sisiwi tersebut haruslah berada di daerah aman dari Pandemi Covid-19, atau setidaknya berada di zona orange atau kuning, siswa dalam keadaan sehat, maksimal paling banyak 5 orang, dengan catatan rumah mereka saling berdekatan, menggunakan masker saat melakukan proses belajar, serta tetap jaga jarak. Jika tidak menerapkan hal itu, maka kami tidak akan mengizinkan untuk melakukan home visit,” ujarnya.

Dijelaskan bahwa adanya bantuan paket data dari pemerintah pusat, pastinya berdampak positif pada sistem pembelajaran yang dilakukan secara online, karena siswa-siswi dan juga guru merasa sangat terbantu.

“Sistem pembelajaran secara online masih mendominasi di sekolah kami, sehingga dengan adanya bantuan paket data dari pemerintah pusat, persentase keberhasilan pembelajaran daring kian meningkat. Dimana sebelumnya cuma sekitar 70 persen saja, sekarang menyentuh angka 85 persen. Ini merupakan sebuah hal yang cukup bagus, dan kami harapkan kedepanya pemerintah bisa terus memberikan sebuah kebijakan, yang bisa membawa dampak besar bagi dunia pendidikan,” tutupnya. (m5/b)

1 Komentar

  1. ⁣Ayo bergabung dengan qqharian.cc , banyak promo dan bonus menarik menanti anda , tunggu apa lgi , jadi lah bagian dari kami dan jadilah jutawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *