Guru dan Dosen Dijanji Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta – Kendari Pos
Edukasi

Guru dan Dosen Dijanji Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta

KENDARIPOS.CO.ID —Wati semringah. Perempuan muda ini mengaku bahagia mendapat informasi, bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyalurkan bantuan kepada guru honorer seperti dirinya. Maklum, dalam kondisi sekarang, kalau hanya mengharapkan honor dari sekolah tempatnya bertugas, sangat tidak mencukupi.

“Semoga saja, bantuan Kemendikbud itu cepat disalurkan,” ujar Wati kepada Kendari Pos, kemarin. Saat ini Wati menjadi tenaga honorer di salah satu sekolah di Kota Kendari. Meski baru wacana alias dijanji, dia dan rekan seprofesinya sudah merasa senang. “Paling tidak, ada yang bisa diharap. Semoga saja terealisasi,” harap alumni FKIP UHO ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memang menjanjikan bantuan subsidi upah (BSU) untuk pendidik dan tenaga kependidikan non PNS. Mereka yang akan menerima bantuan ini adalah dosen, guru, guru honorer, dosen tidak tetap dan non PNS, guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah, pendidik PAUD, pendidik kesetaraan. Kemudian juga tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium serta tenaga adminstrasi.

’’Kami berhasil mendapatkan bantuan subsidi upah bagi para guru-guru honorer dan juga tenaga kependidikan. Semua sekolah dan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,’’ ungkap Nadiem dalam Rapat Kerja bersama Komisi X secara daring, Senin (16/11).

Bantuan yang akan diterima masing-masing dari mereka adalah sebesar Rp 1,8 juta. ’’BSU bagi para guru honorer dan tenaga kependidikan non PNS sebesar Rp 1,8 juta. Nanti akan diberikan satu kali. Jadi sekaligus kita memberikannya,’’ jelasnya.

Bantuan tersebut ditargetkan menyasar 2.034.732 orang. Terdiri dari 1,6 juta guru dan pendidik, 162.277 dosen, dan 237.623 tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi. ’’Total sasaran kita sedikit lebih dari 2 juta orang, yang paling besar dari (bantuan) ini adalah guru honorer sebanya 1,6 juta orang. Sisanya adalah dosen dan tenaga pendidik,’’ terangnya.

Adapun, anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan ini sebesar Rp 3,6 triliun. ’’Total anggaran yang akan kita keluarkan adalah sekitar Rp 3,6 triliun. Jadi ini hari yang sangat gembira bagi kami di Kemendikbud dan bagi para guru honorer yang di masa pandemi ini bukan hanya krisis kesehatan, tapi juga krisis ekonomi,’’ tambah dia.

Menurutnya, bantuan ini akan sangat membantu guru dan tenaga kependidikan yang sedang berjuang dalam melangsungkan pembelajaran di tengah pandemi. ’’Mereka adalah ujung tombak dari sistem pendidikan dan juga mereka rentan di masa krisis ekonomi seperti ini. Sehingga, mereka patut dan harus dibantu pemerintah pusat,’’ tegasnya. (b/ilw/jpg)

Grafisss

Bantuan Subsidi Upah Kemendikbud

Penerima Bantuan:
-Dosen
-Guru
-Guru honorer
-Dosen tidak tetap
-Dosen non PNS
-Guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah
-Pendidik PAUD
-Pendidik kesetaraan
-Tenaga perpustakaan
-Tenaga laboratorium -Tenaga adminstrasi

Besaran Bantuan
-Jumlahnya sama Rp 1,8 juta
-Total anggaran disiapkan Rp 3,6 triliun

Distribusi Bantuan
-1,6 juta guru dan pendidik
-162.277 dosen :
-237.623 tenaga perpustakaan, tenaga laboratorium, dan tenaga administrasi

Sumber Data: Kemendikbud (Diolah Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy