Dikbud Sultra Izinkan Belajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Dikbud Sultra Izinkan Belajar Tatap Muka di Zona Hijau dan Kuning

KENDARIPOS.CO.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra tak ingin siswa sekolah menengah di daerah pelosok tertinggal mata pelajaran akibat “terjebak” pembelajaran dalam jaringan (Daring). Pemerataan pembelajaran mesti dilakukan dengan relaksasi proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di zona hijau dan zona kuning dari pandemi Covid-19. Dikbud Sultra menebar ilmu pengetahuan hingga pelosok.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio mengatakan alasan merelaksasi zona PBM tatap muka mengingat tak sedikit siswa di daerah pelosok kesulitan menjalankan PBM secara daring (online) sehingga tertinggal materi pembelajaran. Selain itu, menurutnya, zona kuning adalah daerah yang melaporkan sedikit kasus Covid-19 dan masih dalam kategori terkendali. Terlebih zona hijau menandakan daerah itu tidak mencatatkan kasus baru infeksi Covid-19. “Jadi, ketika berada di zona hijau dan atau kuning sudah bisa laksanakan pembelajaran, tidak usah lagi ada surat izin ke pemerintah daerah,” kata Asrun Lio.

Meski begitu, Asrun menyarankan sekolah yang hendak melaksanakan PBM tatap muka agar menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat dan menyiapkan sarana serta prasarana penunjang. Sebut saja menyediakan wadah atau tempat mencuci tangan plus sabun di setiap sudut sekolah dan menyiapkan cadangan masker. Siswa mesti menjaga jarak dan memakai masker.

“Supaya protokol kesehatan bisa dijalankan dengan baik pada saat belajar tatap muka di sekolah, maka siswa yang masuk maksimal 50 persen saja dari kapasitas sekolah. Atau dalam 1 kelas itu maksimal 50 persen saja. Misalnya, umumnya satu kelas diisi 36 siswa, maka 18 orang saja yang belajar. Adapun 18 siswa lainnya akan belajar pada sif berikutnya. Jadi bisa belajar dengan sistem sif atau bergantian,” jelas Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio kepada Kendari Pos, Senin (16/11) kemarin.

Lanjut dia, relaksasi zona PBM tatap muka ini hanya berlaku untuk tingkat SMA dan SMP sederajat. Sedangkan tingkat SD dan TK/PAUD tidak diizinkan menggelar PBM tatap muka. “Kalau anak usia dini sangat rentan tertular karena masih belum paham (Prokes). Begitu juga bagi murid SD. Kami sarankan untuk belajar dari rumah saja. Kami sudah instruksikan guru kelas masing-masing untuk memonitori setiap pekan. Para orang tua juga kami minta untuk mendampingi,” kata Asrun Lio.

Asrun tidak menyebut detail jumlah sekolah yang dipersiapkan untuk menggelar PBM tatap muka. Yang jelas, kata dia, sekolah yang berada di zona kuning saat ini seperti Kabupaten Kolaka Utara, Bombana, Muna Barat, Muna, Baubau, Buton Tengah, Buton Selatan dan Kabupaten Buton. Sekolah-sekolah menengah di wilayah itu sudah bisa menggelar PBM tatap muka dengan menerapkan prokes ketat. “Daerah zona kuning lain sedang persiapan pembelajaran tatap muka. Sementara Konkep belum bisa melaksanakan belajar tatap muka karena masih orange,” ungkapnya.

Asrun Lio menambahkan pembukaan sekolah sudah jelas dalam keputusan menteri dan Dikbud Sultra lalu diteruskan ke kabupaten dan kota. “Ketika sudah zona kuning atau hijau maka bisa melaksanakan pembelajaran. Tak perlu surat izin dari pemerintah daerah karena surat izin itu sudah inklusif dalam surat keputusan menteri bahwa daerah berstatus hijau atau kuning bisa menggelar belajaran tatap muka dengan menerapkan prokes Covid-19,” imbuhnya.

Kendati demikian, izin dari orang tua siswa juga menjadi penentu akhir apakah siswa bisa PBM tatap muka atau tidak. Jika orang tua melarang anaknya ke sekolah, pihak sekolah tidak boleh memberi sanksi terhadap siswa tersebut. “Kalau orang tua siswa mengizinkan, artinya siswa tersebut boleh belajar tatap muka. Tapi kalau orang tuanya tidak mengizinkan, maka tidak berarti menghalangi belajar tatap muka. Orang tua punya hak melarang anaknya menggelar PBM di tengah pandemi ini dan itu hal wajar. Siswa yang tidak diizinkan oleh orang tua maka wajib belajar dari rumah secara daring,” pungkas lulusan Australian National University itu. (ags/rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy