Dikbud Sultra Dorong 4.050 Guru Honorer jadi PPPK

KENDARIPOS.CO.ID — 25 November 1945 silam, Persatuan Guru Republik Indonesia didirikan. Almanak itu juga ditetapkan sebagai peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Hari ini, PGRI berusia 75 tahun. Selama tiga perempat abad mengabdi untuk negeri ini, tak sedikit pemimpin bangsa lahir dari polesan tangan dingin pendidik bernama guru.

Asrun Lio

Dalam kondisi apapun, mereka menunaikan tugasnya mencerdaskan generasi bangsa. Di tengah pandemi Covid-19 pun, para guru tetap mengajar. Kepala Dikbud Sultra Asrun Lio mengatakan pandemi Covid-19 menyebabkan proses belajar mengajar (PBM) yang sebelumnya tatap muka berganti menjadi belajar dari rumah (BDR), baik secara dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (Luring).

“Hal ini tentunya memaksa guru-guru kita untuk giat dan aktif mencari solusi terbaik demi berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi. Meski dengan upaya yang cukup berat, untuk melek IT, guru kita bisa melaksanakannya. Jadi menurut saya guru itu profesi yang mulia dan sangat terhormat,” kata Asrun Lio kepada Kendari Pos, Selasa (24/11) kemarin.

Sebagai bentuk penghargaan pemerintah terhadap para pendidik, kata Asrun, pihaknya akan terus berupaya mengawasi pemberian hak atau tunjangan bagi para pendidik yang ada di Sultra. Khusus guru yang masih berstatus sebagai honorer yang jumlahnya sekira 4.050 orang, pihaknya berkomitmen akan mengawal hingga seluruhnya bisa diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). “Insya Allah kami upayakan mereka tercover. Mendikbud juga sudah mengupayakan seluruh guru honor bisa jadi PPPK,” ujar Asrun.

Asrun berharap, peringatan hari guru ditengah pandemi Covid-19 bisa jadi momentum bagi para guru untuk berkreasi dan berinovasi melahirkan metode pembelajaran dimasa darurat ini, sehingga bisa mencerdaskan para generasi penerus bangsa. “Mewakili Pemprov Sultra, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga bagi para guru yang telah mengorbankan waktu dan tenaganya dalam mencerdaskan anak bangsa. Tetaplah semangat dan ikhlas dalam bekerja dan berdedikasi untuk kemajuan bangsa kita,” kata Asrun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur mengatakan usia 75 tahun merupakan usia dewasa dan matang. Berbagai harapan kini ada dipundak para guru agar dapat membawa perubahan ke arah lebih baik.

“Dengan bertambahnya usia, PGRI harus hadir memberikan ide-ide dan kontribusi nyata dalam kemajuan pendidikan di negeri ini. Hari guru nasional ini menjadi momentum meningkatkan kinerja, keterampilan, kompetisi, skill, dan kualitas. Selain itu, jangan menyerah dengan keadaan pandemi covid-19. Teruslah berkarya untuk pendidikan lebih baik,” ujar Makmur, Selasa (24/11).

Makmur berharap PGRI dan para guru dapat memberikan warna baru di dunia pendidikan untuk kepentingan bersama, mencerdaskan generasi bangsa. “Kami harapkan PGRI semakin solid, terus menjaga kebersamaan, tetap menjalin kerja sama yang baik dengan lembaga pemerintah, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas guru, dan peningkatan mutu pendidikan menjadi lebih maju,” tutup Makmur. (ags/ilw/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *