Desember Ceria CPNS, Dua Kali Kelabu PPPK – Kendari Pos
Nasional

Desember Ceria CPNS, Dua Kali Kelabu PPPK


KENDARIPOS.CO.ID — Ketua umum Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih mengungkapkan perasaan kawan-kawannya menjelang Desember 2020. Bulan yang menjadi penentu nasib para calon aparatur sipil negara (ASN) baik CPNS maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Sayangnya, nasib CPNS 2019 jauh lebih baik dibandingkan 51.293 PPPK dari honorer K2.

Walaupun lebih dulu direkrut Februari 2019, tetapi PPPK tetap dilangkahi dua kali. Di 2019, dilangkahi CPNS 2018. Tahun ini, disalip CPNS 2019. “Desember ceria bagi CPNS dan kelabu kembali bagi PPPK. Dua kali Desember, PPPK selalu gigit jari,” keluh Titi kepada JPNN.com, Kamis (5/11).

Ketum Perkumpulan Honorer Kategori 2 Indonesia (PHK21) Titi Purwaningsih saat RDPU dengan Komisi X DPR.

Titi mengaku tidak kaget dengan alasan pemerintah pusat tentang penyebab proses pemberkasan NIP PPPK belum bisa dilakukan. Alasan bahwa petunjuk teknis masih direvisi, begitu juga peraturan menteri masih harmonisasi.

Menurut Titi, alasan-alasan itu sudah ditebak seluruh honorer K2 yang lulus PPPK. Sepertinya pemerintah punya banyak cadangan alasan untuk meredam emosi honorer K2. “Sudah kami duga jawabannya selalu klise. Aturannya belum selesai, dan lainnya. Saking hafalnya kami sudah menebak sendiri kenapa sampai sekarang belum diangkat juga sebagai PPPK secara resmi,” terangnya.

Titi mengaku kadang emosi dengan statement pejabat pemerintah yang setiap saat berubah-ubah. Hari ini bilang begini. Besoknya bilang begitu. Jangan-jangan kata Titi, pemerintah sengaja mengulur agar jumlah PPPK yang diangkat tinggal sedikit lantaran banyak honorer K2 mendekati usia pensiun.

“Apa pemerintah enggak mikir, kalau dilama-lamain, teman-teman PPPK sudah banyak yang mau pensiun. Akhirnya mereka tidak bisa menikmati hasil perjuangannya saat ikut tes PPPK. Di mana sih hati nurani pemerintah,” serunya. Dia menyarankan pemerintah untuk terbuka kepada honorer K2 yang lulus PPPK. Apa sebenarnya kendala yang membuat proses pengangkatan PPPK begitu panjang.

Proses pengangkatan 51.293 PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dari honorer K2 sepertinya masih berliku. Pasalnya, hingga saat ini beberapa regulasi turunan Perpres nomor 98 tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK belum juga terbit. Padahal pascaterbitnya Perpres Gaji dan Tunjangan PPPK pada 29 September, pemerintah langsung bergerak menyusuri regulasi berupa peraturan menteri serta petunjuk teknis. Namun, sudah sebulan lebih belum selesai juga.

Plt Karo Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengungkapkan, juknis PPPK belum selesai. Masih ada revisi yang dilakukan Direktur Peraturan Perundang-undangan BKN. “Juknisnya belum selesai disusun. Kemarin masih revisi oleh Direktur Peraturan Perundang-undangan,” kata Paryono kepada JPNN, Kamis (5/11).

Dia juga tidak bisa menjawab ketika ditanya kapan jadwal pemberkasan NIP 51.293 PPPK yang direkrut Februari 2019. Alasannya, selain regulasinya masih belum lengkap, pemerintah masih menyelesaikan pemberkasan NIP CPNS 2019.

Paryono menjelaskan, proses pengangkatan CPNS lebih cepat karena aturannya sudah ada.
Berbeda dengan PPPK yang merupakan kebijakan anyar. Apalagi untuk proses pengangkatannya harus melibatkan beberapa instansi dan banyak daerah.

“Kalau CPNS kan sudah setiap tahun dilaksanakan, jadi daerah sudah tahu mekanismenya. Beda dengan PPPK, ini masih baru jadi banyak daerah yang belum paham. Selain itu regulasinya kan belum selesai,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, sebagian besar daerah meminta agar TMT (Terhitung Mulai Tanggal) PPPK per Januari 2020. Ini lantaran mereka kehabisan anggaran akibat penanganan COVID-19. Untuk pengangkatan PPPK, regulasi yang dibutuhkan di antaranya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Peraturan Menteri Keuangan, Peraturan Menteri Dalam Negeri, dan Peraturan Kepala BKN. Pembahasan penyusunan sejumlah regulasi tersebut hingg saat ini masih berproses. (esy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy