Dana Alokasi Covid-19 di Wakatobi Rp 51 Miliar, Terealisasi Rp 19,6 Miliar


KENDARIPOS.CO.ID — Dana yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi untuk penanganan pandemi Covid-19 pada tahun ini mencapai Rp 75 miliar. Meski begitu, dalam APBD Perubahan 2020, anggaran berkurang menjadi Rp 51 miliar lebih. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Wakatobi, Juhaidin, menyebut plot anggaran tersebut sebagai bentuk pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan (Menkeu) nomor 35/PMK.07/2020 tentang pengelolaan dana transfer ke daerah dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Juga peraturan Menteri Keuangan yang kedua, nomor 19/PMK.07/2020 tentang penyaluran dana bagi hasil dana alokasi umum dan dana insentif daerah tahun anggaran 2020.

Juhaidin

Selanjutnya ada lagi SK bersama Menkeu nomor 119/2813/SJ dan nomor 177 tentang percepatan penyesuaian APBD dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Dengan dasar tersebut, maka Pemkab Wakatobi berupaya mengalokasikan dan menyesuaikan anggaran sesuai kemampuan keuangan daerah pada APBD Perubahan.
“Makanya setelah dalam perjalanan, APBD 2020 terjadi perubahan dan pergeseran anggaran dari Rp 75 miliar lebih menjadi Rp 51 miliar,” terang Juhaidin, Kamis (26/11).

Dari perubahan anggaran tersebut, yang diplot untuk bidang kesehatan mencapai Rp 18 miliar dan baru terealisasi sekitar Rp 5,6 miliar atau setara 29,91 persen. Pada penanganan dampak ekonomi pagunya sekitar Rp 8 miliar lebih dan yang terealiasi baru 6,98 persen atau sekitar Rp 578 juta lebih. “Lalu untuk penyediaan jaringan pengamanan sosial dianggarkan sebesar Rp 9,57 miliar lebih dan terealisasi Rp 9,25 miliar lebih atau 96,66 persen,” rincinya.

Pada pos belanja tidak terduga (BTT), pagu anggarannya kurang lebih Rp 15,3 miliar lebih. Dengan rincian penanganan kesehatan sebesar Rp 3,4 miliar lebih dan telah terealisasi sebesar Rp 2,16 miliar atau 63,79 persen. “Sementara untuk penanganan dampak ekonomi, alokasinya sebesar Rp 4,4 miliar lebih dan belum terealisasi. Serta penyediaan jaringan pengaman sosial sebesar Rp 7,4 miliar dan telah terealisasi Rp 1,99 miliar atau 26,94 persen,” tambah Juhaidin.

Sehingga dari total anggaran sebesar Rp 51 miliar lebih, baru sebanyak Rp 19,6 miliar lebih yang terealisasi dengan penyerapan mencapai 37,76 persen. Jika tak habis terpakai, maka masuk dalam sisa lebih perhitungan anggaran dan nantinya masuk membiayai kegiatan tahun berikut. Anggaran tersebut saat ini masih berada di kas daerah. Pada akhir tahun Pemkab Wakatobi akan diaudit terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Mulai dari yang dialokasikan hingga serapan dan pertanggungjawabannya. (b/thy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *