Antisipasi Honorer Siluman, Segera Sinkronkan Data – Kendari Pos
Konawe

Antisipasi Honorer Siluman, Segera Sinkronkan Data


KENDARIPOS.CO.ID — Forum Honorer Kategori-2 (FHK-2) Konawe meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan verifikasi dan validasi ulang terkait database tenaga pengajar non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di wilayah tersebut. Langkah tersebut harus dilakukan agar ada keseragaman data yang dimiliki Dikbud maupun FHK-2 Konawe yang notabenenya bernaung di bawah organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Selama ini, database jumlah honorer yang dipegang keduanya berbeda. Kelompok Kerja Data Pendidikan (KK-Datadik) Dikbud Konawe mencatat, guru honorer dari jenjang TK hingga SMP berjumlah mencapai 2.000 orang. Angka itu lebih besar dari database manual yang dimiliki FHK-2 Konawe yang jumlahnya hanya sekira 1.400 orang saja.

Kepala Dinas Dikbud Konawe, Suriyadi (tengah), Ketua FHK-2, Yogen (enam dari kanan) dan Wakil Ketuanya, Hasbian (lima dari kiri) berpose bersama usai penyerahan data manual guru honorer yang tercatat dalam database

Ketua FHK-2 Konawe, Yogen, menyebut, perbedaan database yang cukup mencolok itu disebabkan sebagian guru honoror tak mengusul pengangkatan ke FHK-2 Konawe. Melainkan, langsung mengurus ke pihak Dikbud. “Jumlah honorer yang masuk dalam data manual FHK-2 Konawe sekira 1.400 orang. Itu sudah semua datanya, baik honorer kualifikasi S1 yang memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK), S1 non NUPTK, serta honorer non S1,” ujar Yogen, Rabu (18/11).

Di tempat yang sama, Wakil Ketua FHK-2 Konawe, Hasbian, menuturkan, database guru honorer yang berbeda tersebut, menimbulkan kegelisahan bagi teman seperjuangannya. Bukan tidak mungkin, database guru honorer yang dipegang Dikbud tersebut, sebagian diisi nama-nama tak memenuhi kriteria menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan atau menjadi honorer siluman.

“Tolong dipahami, ini bukan sekadar menyandingkan data. FHK-2 Konawe menyimpan harapan melalui data manual itu. Kita ingin perbedaan database guru honorer bisa tuntas,” desaknya. Menurut Hasbian, database paten terkait jumlah guru honorer di Konawe, penting untuk diketahui Pemkab. Begitupun, jumlah guru honorer aktif atau yang hanya memburu SK demi mengejar insentif dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) maupun sertifikasi. Wacana perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2021, membuat ia dan rekan-rekannya di FHK-2 Konawe, menginginkan Dikbud sesegera mungkin mengeluarkan validasi data guru honorer yang masih aktif mengajar sebagai bahan rujukan kelak.

“Kami tidak menuntut pemerintah mengangkat kami (menjadi PNS), tapi minta diperhatikan. Ada beberapa guru yang sudah puluhan tahun mengabdi, bahkan ada yang mendekati usia pensiun, tapi belum terangkat. Kalau Pemkab Konawe mengusul PPPK tahun depan, tolong kami-kami dulu di FHK-2 yang diprioritaskan,” pintanya sambil menitikan air mata. Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Konawe, Suriyadi, berjanji pihaknya akan memenuhi permintaan FHK-2 Konawe.

“Tolong beri kami waktu. Kita akan cocokkan data honorer ini. Kalau masih ada perbedaan data, saya pastikan kami di Dikbud akan meminta konfirmasi ke FHK-2 Konawe,” ucap Suriyadi. Ia tak menampik, bahwa rumor maraknya honorer siluman membuat Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa sedikit meradang. Sehingga, sambungnya, penyandingan data guru honorer itu sekaligus menjawab kerisauan orang nomor satu di Pemkab Konawe. Ia menyebut, verifikasi dan validasi data guru honorer tersebut jangan dulu dikaitkan dengan insentif berupa honor daerah ataupun wacana rekrutmen PPPK maupun CPNS di tahun 2021. “Tapi kalau memang ada rekrutmen dari pusat, kita tidak kalang kabut lagi mencari data yang valid,” tandas Ketua PGRI Konawe itu. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy