Ali Mazi Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Ali Mazi Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana


KENDARIPOS.CO.ID — Belum lagi pandemi Covid-19 belum berakhir, bencana alam mulai mengintai. Potensi bencana alam sewaktu-waktu dapat terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena La Nina mencapai intensitas menengah hingga akhir tahun ini. Dampaknya di Sultra adalah peningkatan curah hujan bulanan antara 20-40 persen di atas normal.

Gubernur Sultra Ali Mazi (dua dari kiri) didampingi Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya (kiri) memeriksa kesiapan personel dalam kesiapsiagaan bencana alam dalam apel konsolidasi di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sultra, Kendari, Jumat (13/11).

Meski sebagian besar wilayah Sultra belum sepenuhnya masuk musim hujan, namun Stasiun Metereologi Maritim Kendari meminta warga Sultra tetap harus bersiap dan waspada. Sebab diperkirakan curah hujan tinggi bakal terjadi November ini yang berpotensi meningkatkan risiko banjir. Sebagai langkah antisipasi siaga melawan bencana alam, Pemprov Sultra sudah bersiap dengan menggandeng Polda Sultra, TNI, Basarnas, BPBD dan Tagana.

Kesiapan lintas sektor dilakukan dengan kesiapsiagaan penanganan bencana alam di wilayah Sultra, melalui Operasi Aman Nusa II Tahun 2020. Gubernur Sultra memimpin apel konsolidasi Operasi Aman Nusa II Tahun 2020 di pelataran kantor gubernur, Jumat (13/11) kemarin

Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, saat ini seluruh masyarakat tengah diperhadapkan situasi keprihatinan global, pandemi Covid-19. Selain itu, keadaan alam mulai menunjukkan peningkatan akumulasi curah hujan akibat La Nina (fenomena penurunan suhu permukaan laut dari suhu normal di sepanjang timur dan tengah Samudera Pasifik di garis khatulistiwa). Fenomena itu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami dan tanah longsor. Ini tentunya sudah terjadi di beberapa daerah yang terkena banjir dan tanah longsor antara lain DKI Jakarta, Jabar, Kaltim, dan Sulut.

“Karena itu, sebelum (bencana alam) terjadi perlu ada langkah antisipasi lebih dini. Hal tersebut pernah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas terkait menghadapi bencana alam. Presiden menyampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah bahwa negara harus hadir mengantisipasi bencana alam,” kata Ali Mazi saat menyampaikan sambutan dalam apel konsolidasi kesiapsiagaan penanganan bencana alam.

Gubernur Sultra Ali Mazi menambahkan,sesungguhnya bencana alam bersifat kontingensi, waktunya tidak dapat diketahui. Selain itu, bencana alam juga dapat menimbulkan dampak besar dan kerugian materi maupun nonmateri. “Bencana alam kerap kali menimbulkan kerugian, baik harta benda, cidera fisik, psikologis serta ancaman kehilangan nyawa bagi korbannya. Karenanya, pemerintah harus hadir dalam melakukan langkah antisipasi,” tegasnya.

Menurut Gubernur Sultra Ali Mazi, penanganan bencana alam adalah tugas dan tanggung jawab semua elemen. Pemerintah bersama stakeholder baik Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Tagana dan komponen lainnya memiliki peran penting dalam penanganan bencana alam. “Keterlibatan masyarakat juga tidak boleh diabaikan, khususnya dalam antisipasi bencana dan mitigasi saat bencana alam terjadi. Mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi bencana merupakan tanggung jawab dan proritas kita semua,” ungkapnya.

Gubernur Sultra dua periode itu menukil data tahun 2019 yang menyebutkan lima kabupaten berpontesi menghadapi banjir dan tanah longsor yakni Kabupaten Konawe, Konawe Utara (Konut), Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim) dan Kota Kendari. “Berdasarkan data dari kewilayahan, daerah yang terdampak banjir di beberapa kecamatan dan desa telah merusak infrastruktur jalan dan jembatan, sehingga memutuskan jalur lintas antar kabupaten dan provinsi di Sultra. Apabila tak ada langkah cepat, maka akan merugikan daerah dan masyarakat,” bebernya.

Gubernur Ali Mazi berharap apel konsolidasi ini dapat meningkatkan keterpaduan dalam kerja sama dan semua unsur terkait saling mendukung. Selain itu memastikan kesiapan personel dan peralatan untuk menghadapi segala kemungkinan apabila terjadi bencana alam. “Para personel harus memperhatikan beberapa poin penanganan bencana sehingga mendapat solusi, bertindak cepat, tepat dan efektif demi meminimalisir dampak yang timbul akibat bencana alam,”pungkasnya.

Sebelumnya, Prakirawan Cuaca Stasiun Metereologi Maritim Kendari, Sutikno mengatakan peningkatan curah hujan tinggi itu akan meningkat, dari indeks lemah ke moderat. Meski sebagian besar wilayah Sultra belum masuk musim hujan, Sutikno meminta warga Sultra agar tetap bersiap dan waspada. Sebab diperkirakan curah hujan tinggi bakal terjadi pada November ini yang berpotensi meningkatkan risiko banjir. “Awal November sudah mulai masuk musim penghujan. Puncaknya diperkirakan pada bulan Januari 2021 mendatang,” ungkapnya.

Sutikno menyarankan pemda membersikan seluruh saluran air dari sampah-sampah yang untuk mengurangi dampak genangan dan terjadinya banjir. Menurut Sutikno, La Nina adalah fenomena menurunnya suhu permukaan air laut Samudera Pasifik, lebih rendah dari kawasan sekitarnya. Dampaknya ke Indonesia berupa intensitas hujan yang tinggi. “Mengenai waspada La Nina ini, secara umum bukan hanya wilayah rawan banjir. Melainkan juga menjadi kewaspadaan tersendiri bagi daerah-daerah yang rawan longsor seperti daerah perbukitan dan wilayah laut dan pesisir,” ungkap Sutikno.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku siap menghadapi fenomena La Nina. Ia telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, seluruh camat dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan. “Saya minta mereka jangan sampai lengah, karena intensitas hujan yang tinggi, maka bencana banjir bisa melanda kapan saja,” ujarnya.

Sulkarnain Kadir mengimbau seluruh masyarakat Kota Kendari untuk waspada dan gotong royong membersihkan lingkungan masing-masing, karena banyak tempat-tempat yang memungkinkan tergenang air. “Memang agak berat karena situasinya bersamaan dengan pandemi Covid-19. Tapi ini demi kesehatan dan keselamatan kita bersama maka harus berperan aktif semua,” tuturnya. (rah/ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy