AKM Dorong Siswa Terampil dan Inovatif

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Bahkan, ditengah pandemi beragam inovatif dilakukan demi peningkatan mutu pendidikan. Saat ini pemerintah pusat juga telah menetapkan kebijakan assesment nasional (AN) sebagai pengganti ujian nasional (UN) ditahun 2021. Dimana dalam AN terdapat assesmen kompetensi minimum (AKM) yang disiapkan kepada para penerus bangsa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Asrun Lio mengatakan penataan pendidikan harus dapat membekali peserta didik dengan keterampilan belajar dan berinovasi. Keterampilan menggunakan dan memanfaatkan media informasi dan kecakapan hidup untuk bekerja dan berkontribusi pada masyarakat.

“Salah satu bentuk untuk mewujudkan itu dengan kemampuan literasi dan numerasi. Di mana AKM dirancang untuk mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi,” jelasnya kemarin.

Assesmen literasi dan matematika, kata Asrun, dapat dibagi menjadi tiga yakni konten, kognitif dan konteks. Selain itu, ada beragam bentuk soal dalam AKM yakni, pertama pilihan ganda dimana murid hanya dapat memilih satu jawaban benar dalam soal. Kedua pilihan ganda komplek dimana murid dapat memilih lebih dari satu jawaban benar dalam satu soal. Kemudian ketiga menjodohkan dimana murid menjawab dengan menarik garis dari satu titik ke titik lainya yang merupakan pasangan pertanyaan dan jawabanya.

“Kemudian empat isian singkat, murid dapat menjawab berupa bilangan, kata untuk menyebutkan nama benda, tempat atau jawaban pasti lainya. Selanjutnya, ke lima uraian murid menjawab soal berupa kalimat kalimat untuk menjelaskan jawabannya,” bebernya.

Dia menambahkan, AKM dilaksanakan berbasis komputer dan bersifat adaptif sehingga pertanyaan yang disajikan bergantung kemampuan murid. “Jika murid dapat menjawab benar maka selanjutnya dapat diberikan soal yang lebih komplek sebaliknya jika murid menjawab salah makan soal berikutnya adalah soal yang lebih sederhana, ” jelasnya.

AN berbeda dengan UN. Sebelumnya, para peserta AKM adalah seluruh satuan pendidikan. Tetapi tidak semua murid dapat mengikuti assesmen sebab akan dipilih secara acak. Setiap peserta AKM mengerjakan 4 jenis tes yaitu tes literasi membaca, numerasi, survei karakter dan survei lingkungan belajar. Peserta mengerjakan assesment selama dua hari. “Untuk jenjang SMA assesment dilaksanakan 90 menit per sesi tes dan pengisian angket selama 30 menit. Dimana siswa yang akan ikut hanya 45 orang saja tiap sekolah, ” ungkapnya. (c/rah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *