Agista-Sri Lestari Temui Korban Kekerasan Anak di Pasar Baruga


KENDARIPOS.CO.ID — Naluri seorang ibu Agista Ariany Bombay tergugah kala mendengar adanya kekerasan anak di bawah umur yang dialami RK (11 tahun). Sisi humanis seorang Agista Ariany menuntunnya menemui bocah yang mengalami kekerasan di salah satu kios di Pasar Baruga, Kota Kendari. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, Agista Ariany Bombay prihatin adanya kekerasan anak tersebut.

Ketua TP PKK Sultra, Agista Ariany (duduk, dua dari kanan) didampingi Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain (duduk,dua dari kiri), dan Dirut PD Pasar Kota Kendari, Asnar (duduk,kiri) menemui korban kekerasan anak, RK (duduk, kanan) di kompleks Pasar Baruga, Rabu (11/11) kemarin.

“Harusnya kejadian seperti ini tidak ada lagi di Sultra. Ini tentu menjadi tanggung jawab kita semua dan tanggung jawab saya juga sebagai istri gubernur, harus memperhatikan hal-hal yang terjadi di masyarakat agar tragedi seperti ini tidak terjadi lagi,” ujar Agista saat menemui korban RK di kompleks Pasar Baruga, Rabu (11/11) kemarin.

Menurut Agista, agar kejadian serupa tak terjadi lagi masa mendatang, maka masyarakat mesti diberi pendidikan dan pemahaman terkait larangan tindakan kekerasan terhadap anak. Terlebih lagi kekerasan terhadap anak di bawah umur. Fokus pendidikan di arahkan kepada masyarakat dengan tingkat ekonomi yang rendah.

“Karena kalau tingkat ekonomi rendah pasti potensi kekerasan ada di situ. Jadi ke depan kita akan buat program edukasi yang nanti akan bekerja sama dengan instansi, untuk bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kekerasan kepada anak dan wanita serta memberikan solusi di dalam perbaikan ekonomi keluarga,”jelas Agista Ariany didampingi Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain dan Dirut PD Pasar Kota Kendari, Asnar di kompleks Pasar Baruga, kemarin.

Istri Gubernur Sultra Ali Mazi itu prihatin dengan kondisi fisik dan mental korban kekerasan anak, RK. Agista berjanji akan membantu memulihkan kondisi psikologi RK. “Itu (kekerasan,red) pasti sangat berpengaruh terhadap psikologinya (RK) ke depan. Bila tak segera dipulihkan oleh pakar psikolog anak akan sangat berpengaruh hingga ia dewasa bahkan sepanjang hidupnya. Untuk itu saya berharap kondisi mentalnya mesti ditangani segera melalui konseling psikologi anak,” ungkap Agista.

Agista Ariany juga mengapresiasi peran Ketua TP PKK Kota Kendari, Sri Lestari Sulkarnain yang turut membantu pengobatan fisik RK akibat kekerasan yang dialaminya. Sebagai Bunda PAUD Sultra, Agista berjanji akan membantu menyekolahkan RK. “Kita akan sekolahkan hingga tamat tetapi tetap berkoordinasi dengan keluarganya yang ada. Sebab, saat ini RK tidak bersekolah dan umurnya kategori usia wajib sekolah. Jadi kita harus memastikan pendidikannya,”kata Agista Ariany. (rah/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *