Agista Ariany : Karakter Anak Dibentuk Diusia Emas

KENDARIPOS.CO.ID Generasi bangsa yang unggul tidak dilahir secara instan. Mesti didesain sejak dini melalui Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD). Lembaga itu merupakan tahap penting bagi perkembangan anak. Nah, peran kaum perempuan khususnya Bunda PAUD sangat strategis dalam melahirkan generasi bangsa berkarakter. Sebab, anak-anak mendapat pendidikan dini pertama kali dari sentuhan seorang ibu.

Bunda PAUD Sultra, Agista Ariany (tujuh dari kanan),
Bunda PAUD Kota Kendari, Sri Lestari (delapan dari kanan), Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio (empat dari kanan) bersama peserta rakor Bunda PAUD se-Sultra di di Swiss BelHotel Kendari, Senin (16/11).

Untuk itu, Bunda PAUD Sultra, Agista Ariany mengatakan peran perempuan, khususnya kaum ibu sangat penting terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak. Agista menekankan pentingnya kaum ibu membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Dengan bekal pengetahuan itu, mereka dapat mentransfer pengetahuan kepada sang anak. Bunda PAUD-tentunya kaum ibu di dalamnya-yang menjadi penentu karakter dan mental anak di masa mendatang.

“Kita sebagai perempuan, para Bunda PAUD dan para ibu rumah tangga harus terus menimba ilmu. Bukan saja melalui pendidikan formal, tetapi juga dengan belajar sendiri di rumah melalui bacaan-bacaan. Sebab menimba ilmu untuk mendidik anak menjadi dasar yang penting,” kata Agista Ariany saat membuka rapat koordinasi dan sosialisasi Bunda PAUD kabupaten dan kota se-Sultra di Swiss BelHotel Kendari, Senin (16/11) kemarin.

Agista Ariany yang juga Ketua TP PKK Sultra mengingatkan pentingnya memantapkan peran Bunda PAUD menuju layanan PAUD berkualitas. Pembentukan karakter kata dia, harus dibentuk sejak dini terutama di golden age (usia emas) atau usia 5-6 tahun. Pada usia ini pentingnya PAUD. Sebab hasil didiknya akan menjadi penentu karakter anak ketika dewasa. Di samping itu, peran ayah tetap dibutuhkan.

“Perlu ada perencanaan orang tua untuk anak. Sebab menjadi apa anak kedepan tergantung didikan orang tuanya. Kedua orang tua harus saling memberikan penguatan, kenyamanan dan perlindungan. Orang tua (ibu dan ayah) bekerja sama demi pendidikan yang optimal bagi anak,” ujar Agista.

Ketua Dekranasda Sultra ini menggagas tempat penitipan anak yang dilengkapi fasilitas memadai dan taman baca. Nantinya, tempat ini akan menjadi pilot projek dan menjadi acuan di tiap daerah. “Ketika para ibu menitipkan anaknya, tidak hanya menggosip. Tetapi mengisi waktu luang dengan membaca di pojok baca yang disediakan. Buat kegiatan positif agar waktu tidak terbuang percuma. Bukan waktu yang mengejar kita. Tapi kita yang mengejar dan memanfaatkan waktu demi mendidik anak agar lebih berguna,” ungkap Agista.

Ia berharap bunda PAUD harus memperhatikan kegiatan seperti ini agar mendapat ilmu dan bisa diaplikasikan di daerah lain. Sebab perempuan, khususnya kaum ibu merupakan tonggak negara. Sungguh banyak kelebihan yang dimiliki para ibu. “Jangan sia-siakan peran para Bunda PAUD. Kita yang akan menentukan anak kita ke depan akan menjadi seperti apa. Semua tergantung bunda PAUD,” pungkas Agista Ariany. (rah/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *