89 Ribu UMKM di Sultra Diusul dapat Banpres – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

89 Ribu UMKM di Sultra Diusul dapat Banpres

Aktivitas sejumlah lapak kaki lima di area MTQ Kendari, beberapa waktu lalu. Dinas Koperasi dan UMKM Sultra mencatat UMKM berperan menopang perekonomian daerah selama pandemi Covid-19.


KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) masih membuka kesempatan bagi UMKM yang ingin mendapatkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (Banpres PUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tenggara (Sultra), Arif Mohammad Ta’lam mengatakan, pendaftaran untuk program tersebut diperpanjang hingga akhir November 2020.

“Saya himbau kepada seluruh UMKM jika belum terdaftar segera menghubungi Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota tempat berdomisili,” ujar Arif Mohammad Ta’lam saat ditemui, Senin (2/11).

Sejauh ini, kata dia, sekira 89 ribu data pelaku UMKM dari 17 kabupaten/kota yang ada di Sultra telah diusul untuk mendapatkan BLT Rp 2,4 juta. Data tersebut dikirimkan kepada Kementerian Keuangan, Kemenkop UKM, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk dilakukan proses cleansing guna memastikan bahwa penyaluran Banpres tepat sasaran. Setelah cleansing oleh Kementerian, data akan diverifikasi melalui Sistem Layanan Infromasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Verifikasi ini untuk melihat apakah calon penerima punya sangkutan di bank. Sebab, Banpres hanya diperuntukkan kepada yang belum tersentuh lembaga keuangan. Jika bersih dari SLIK, akan dimasukkan dalam SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) sebagai basis data untuk memperoleh KUR. Kedepannya para penerima Banpres akan diproyeksi untuk menerima KUR,” terangnya.

Arif menyebut, berdasarkan surat dari Kementerian, hingga kini yang berhak mendapatkan Banpres di Sultra tercatat sebanyak 33.679 penerima. Angka tersebut kemungkinan masih akan bertambah karena pendataan dilakukan hingga akhir November.

“Penyaluran sementara dilakukan oleh pihak perbankan (BRI dan BNI). Sebagian sudah ada yang menerima. Jangka waktu penyaluran maksimal 90 hari,” tuturnya.

Syarat untuk mengajukan Banpres cukup mudah sebagaimana tertuang dalam Permenkop Nomor 6 Tahun 2020. Masyarakat harus membawa data-data yang dibutuhkan, mulai dari nomor induk kependudukan (NIK), nama lengkap beserta kartu tanda penduduk (KTP), alamat tempat tinggal, bidang usaha, hingga nomor telepon.

“Banyak yang tidak terjangkau karena kadang nomor telepon yang dimasukkan sudah tidak aktif atau memasukkan nomor telepon milik temannya. Kalau ada yang merasa berhak namun tidak mendapatkan bantuan, berarti ada kesalahan dalam proses input data,” imbuhnya.

Apabila penerima meninggal dunia, kata dia, maka dana otomatis dikembalikan ke kas negara. Banpres tidak dapat dipindahtangankan ke ahli waris karena pada saat penyaluran, yang bersangkutan harus menandatangani surat pertanggungjawaban mutlak yang dikeluarkan pihak perbankan.

“Masyarakat yang ingin mendapatkan BLT UMKM Rp 2,4 juta ini untuk segera cepat mendaftarkan diri dengan cara mengajukan diri ke Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah kabupaten/kota di wilayah masing-masing,” tandasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy