Wali Kota Kendari Sukses Tekan Angka Kelahiran – Kendari Pos
Metro Kendari

Wali Kota Kendari Sukses Tekan Angka Kelahiran


KENDARIPOS.CO.ID — Laju pertumbuhan penduduk di Kota Kendari masih terkendali. Tahun 2019 lalu, angka kelahiran atau Total Fertility Rate (TFR) sebesar hanya 2,2 anak. Artinya, tiap wanita hanya melahirkan 2 anak. Keberhasilan ini tak lepas dari upaya Pemkot Kendari membenahi sistem pelayanan Keluarga Berencana (KB). Tak hanya menambah fasilitas kesehatan (Faskes), Pemkot Kendari turut meningkatkan pelayanan kesehatan. Strategi ini cukup efektif mendongkrak kepesertaan KB di Kota Lulo.

Sulkarnain Kadir

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk (Disdalduk) dan KB Kota Kendari, Hj. Hasria mengatakan angka kelahiran total Kota Kendari tiap tahun terus menurun. Jika pada 2017 masih berada di kisaran 2,4 anak, akhir 2019 turun menjadi 2,2 akan. Angka ini lebih rendah dari TFR Sultra yang mencapai 2,8 anak.

“Insya Allah, tahun 2020 kita bisa mencapai standar TFR nasional 2,1 anak bahkan di bawahnya. Apalagi melihat capaian yang diraih Pemkot tahun ini. Diantaranya, Kota Kendari berhasil melampaui target layanan KB dalam program sejuta akseptor KB yang digagas pemerintah pusat,” kata Hasria kemarin.

Pada pelaksaan program tersebut, Pemkot Kendari mampu melayani 2.165 akseptor KB dari 2.000 layanan yang ditagetkan pemerintah pusat. Layanan terbanyak untuk alkon jenis pil disusul suntik dan pemasangan implant. Rinciannya, sebanyak 10 akseptor metode operasi wanita (MOP), 28 spiral, 231 pemasangan implant, 350 suntik, 1.452 pil, dan metode kontrasepsi menggunakan kondom sebanyak 93 akseptor.

Saat ini, upaya menekan angka kelahiran terus berjalan. Tiap saat, petugas turun mengedukasi dan mengajak masyarakat menggunakan alat kontrasepsi (Alkon). “Kami punya Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di seluruh kelurahan yang selalu siap melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait program KB dua anak cukup,” tuturnya.

Hasria mengakui wabah Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para tenaga PLKB di lapangan. Pasalnya, wabah tersebut masih jadi pandemi dan belum terkendali sehingga berpotensi adanya penularan. “Akan tetapi, petugas kami sudah lengkapi dengan alat pelindung diri dan semua (penyuluhan) dijalankan sesuai protokol kesehatan,” jelasnya.

Sejauh ini, layanan KB ditopang 56 Faskes. Tidak hanya itu, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan KB kepada seluruh pasangan usia subur (PUS). Itu demi mewujudkan kesejahteraan keluarga dengan mengatur jarak kelahiran anak. “Kita akan berusaha melayani akseptor sebanyak-banyaknya untuk menekan laju TFR di kota Kendari,” ujarnya.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengajak seluruh masyarakat Kota Kendari untuk merencanakan tahapan keluarga dimasa mendatang, agar menjadi keluarga berkualitas. Seperti merencanakan jadwal dan kesiapan untuk punya anak. “Semua harus terencana, termasuk ketika kita ingin memiliki anak. Karena kita menyiapkan generasi untuk menjawab tantangan masa depan. Kita tidak inginkan pesan agama dilarang meninggalkan generasi yang lemah, sehingga kedepan anak kita bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujar Sulkarnain.

Jika melihat pertumbuhan penduduk di Kota Kendari sambungnya, trennya positif. Ini menandakan program pengendalian pertumbuhan penduduk masih efektif. “Trenya sudah baik. Pertumbuhan penduduknya lebih disebabkan urbanisasi, karena posisi kita sebagai ibukota provinsi. Makanya, tidak bisa kita hindari bahwa urbanisasi juga menjadi kontributor pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Kendari,” tandasnya. (b/adv/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy