Tunggakan Pemkab Konawe Masih 16 Bulan – Kendari Pos
Konawe

Tunggakan Pemkab Konawe Masih 16 Bulan


KENDARIPOS.CO.ID — Tunggakan honor aparat desa di Konawe selama beberapa bulan, akan tetap dilunasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Pemangku kebijakan setempat sudah memastikan membayar hak aparat pada 291 desa. Diketahui, Pemkab saat ini masih mempunyai kewajiban atas pelunasan honor aparat desa selama 16 bulan. Rinciannya, yakni untuk hitungan delapan bulan pada anggaran 2019 dan delapan bulan lagi tahun 2020.

HK Santoso

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Konawe, HK Santoso, mengatakan, secara kontinyu, “keringat” aparat desa tersebut akan terus dibayar hingga lunas. Ia menyebut, honor aparat desa se-Konawe akan dituntaskan secara bertahap setiap dua bulan sekali, menyesuaikan dengan postur keuangan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Tetap kita upayakan dibayar. Untuk tahun 2019 selama delapan bulan, tahun 2020 delapan bulan juga. Ini lagi kita mau bayar dua bulan untuk pelunasan ditahun 2020,” ujar Santoso, Rabu (14/10), ditemui di kantor Bupati Konawe. Ia menjelaskan, setiap tahap untuk hitungan dua bulan pelunasan, Pemkab Konawe mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15,5 Miliar. Setiap desa bakal menerima pada kisaran Rp 40 jutaan untuk dipakai membayar honor aparatnya. Adapun perhitungan estimasi anggaran yang diporsikan untuk pelunasan itu, sambung Santoso, sebelumnya juga harus dikoordinasikan dengan pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Konawe.

“Kalau jumlah aparat desanya saya kurang tahu. Yang jelas, yang masuk plot alokasi dana desa (ADD) tetap akan dibayar. Termasuk, honor aparat di 52 desa yang masih diblokir dana desa (DD)-nya di pusat. Itu kita bayarkan juga,” tambah mantan Pj Sekab Konawe tersebut. Santoso menambahkan, transfer dana dari pusat ke daerah yang tidak terealisasi sepenuhnya, membuat pembayaran honor aparat desa se-Konawe menjadi sedikit terhambat. Misalnya, dana bagi hasil (DBH) pusat maupun provinsi. Belum lagi, dana alokasi umum (DAU) yang juga mengalami pemotongan oleh Pemerintah Pusat.

“Ada pemotongan DAU akibat Covid-19. Selain itu, banyak kegiatan-kegiatan yang dananya dialihkan untuk menangani virus korona di Konawe,” argumennya. (b/adi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy