Survei Voxpopuli : 72,8 Persen Publik Setuju Jokowi Lakukan Reshuffle – Kendari Pos
Nasional

Survei Voxpopuli : 72,8 Persen Publik Setuju Jokowi Lakukan Reshuffle

KENDARIPOS.CO.ID — Lembaga survei mulai menilai kinerja Kabinet Indonesia Maju. Apalagi bangsa ini tengah berjuang melawan pandemi covid-19. Tidak sedikit pemerintah telah membuat kebijakan agar bangsa ini bisa selamat dari pandemi tersebut. Alhasil, dari survei yang dilakukan Voxpopuli Research Center, para responden sangat setuju jika Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet.

Jokowi

Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center Dika Moehamad mengatakan, menjelang setahun pemerintahan periode kedua, Jokowi sebaiknya mengevaluasi kabinet. “72,8 persen responden setuju dilakukan reshuffle kabinet terhadap menteri-menteri yang kinerjanya buruk. Hanya 22,3 persen yang tidak setuju dan 4,9 persen tidak tahu/tidak jawab,” ujar Dika Moehamad dalam keterangan persnya, Senin (5/10).

Dorongan perombakan kabinet itu terutama pada catatan kinerja sejumlah menteri. Setidaknya ada sembilan menteri yang dipandang publik kinerjanya paling buruk. Umumnya penilaian publik terhadap mereka di bawah 1 persen. Mereka adalah Mendikbud Nadiem Makarim (0,9 persen); Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (0,7 persen); dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (0,1 persen).

Dika mencontohkan peran Terawan yang seharusnya menjadi sentral dalam krisis kesehatan, tapi dinilai tidak optimal. Upaya mengendalikan Covid-19 dilakukan oleh Gugus Tugas atau kini berubah menjadi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN).

Begitu juga dengan Nadiem yang sebelumnya dianggap sukses membangun start-up. Kini kinerjanyamasih dipertanyakan kinerjanya. Publik menilai belum ada gebrakan berarti oleh mantan bos Gojek itu. Terlebih di tengah kegiatan sekolah yang terhenti dan kesulitan masyarakat untuk pembelajaran daring.

Sementara untuk Edhy Prabowo dikenal kontroversi. Politikus Partai Gerindra itu mengizinkan ekspor lobster dan lembek dalam mengatasi illegal fishing. Menurut Dika, keputusan Edhy membalikkan kebijakan keras menteri sebelumnya dinilai publik sebagai keputusan yang tidak tepat.

Adapun menteri lain yang dinilai berkinerja buruk adalah Menteri Agama Fachrul Razi (0,8 persen); Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (0,5 persen); Menteri Pariwisata Wishnutama (0,4 persen); dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah (0,3 persen). Lalu, Menteri Sosial Juliani P Batubara (0,3 persen) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati (0,2 persen).
Selebihnya masih ada sejumlah nama lain yang hanya dinilai 0,1 persen dan tidak tahu/tidak menjawab 3,0 persen.

“Sebaliknya, menteri dinilai berkinerja baik, yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani (25,3 persen); Menteri BUMN Erick Thohir (18,8 persen); dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno (13,0 persen),” papar Dika. Di sisi lain, kata Dika, publik masih puas dengan kinerja kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam menangani Covid-19. Nilainya mencapai 64,7 persen. Hal itu terkait dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberian bansos, hingga pembukaan kegiatan ekonomi secara bertahap.

Meskipun demikian masih ada sebanyak 30,6 persen yang menyatakan tidak puas. Hal itu disebabkan dengan masih terus naiknya kurva penambahan kasus positif. “Kesulitan ekonomi akibat dampak PSBB menjadi titik kelemahan Presiden,” imbuh Dika. Adapun survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 11-20 September 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden yang diambil secara acak. Margin of error survei sebesar lebih kurang 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy