Sulkarnain Optimis Pertahankan Predikat Kota Sehat

KENDARIPOS.CO.ID — Layanan kesehatan menjadi prioritas Pemkot Kendari. Berbagai terobosan telah dilakukan pemerintah di bawah komando duet Sulkarnain Kadir dan Siska Karina Imran dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kerja keras pemerintah itu akhirnya membuahkan hasil. Tahun 2019 lalu, Kota Kendari meraih predikat “Swasti Saba Wistara” atau Kota Sehat.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (lima dari kanan), Ketua Forum Kota Sehat, Sri Lestari (empat dari kanan), Sekot Kendari, Hj Nahwa Umar (tiga dari kanan) bersama jajaran Forkopimda foto bersama Forum Kota Sehat saat Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Kota Kendari di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari

Capaian ini cukup membanggakan. Pasalnya, Swasti Saba Wistara merupakan kategori tertinggi untuk Kota maupun Kabupaten sehat. Untuk mendapatkan predikat tersebut, Kota atau Kabupaten harus memenuhi sembilan kriteria penilian. Penghargaan ini terdiri dari berbagai tingkatan mulai tingkat pemantapan (Padapa), pembinaan (Wiwerda) dan pengembangan (Wistara).

Pemkot Kendari kembali menargetkan prestasi serupa. Sejumlah langkah telah dimulai. Teranyar, Walikota Kendari, Sulkarnain Kadir mengukuhkan Pembina dan Pengurus forum Kota Sehat Tahun 2020 -2021 yang dirangkaikan dengan pembacaan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) Kota Kendari di Phinisi Ballroom Hotel Claro Kendari.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Kendari Hj. Sri Lestari S.Pd, M.Si. selaku Ketua Kotaku Sehat Kota Kendari, Dandim Kendari, Kepala Puskesmas se-Kota Kendari, Lembaga Swadaya Masyarakat, berbagai Lintas Sektor Camat dan Lurah se-Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Sulkarnain Kadir berpesan agar pengurus yang baru tidak cepat berpuas diri karena dalam mempertahankan prestasi tersebut tidaklah mudah. Pengalaman tidaklah cukup untuk mempertahankan Swasti Saba Wistara 2020. Namun dibutuhkankomitmen dan kesungguhan untuk terus menjaga apa yang sudah di raih.

“Kita sudah punya pengalaman bagaimana mewujudkan meriah predikat kota sehat dengan level wistara. Kita tahu mempertahankan jauh lebih sulit daripada meraih sesuatu. Olehnya itu, Jangan merasa puas dan jangan terlena dengan apa yang sudah kita dapatkan di tahun 2019 lalu” tegasnya.

Sulkarnain mengingatkan kepada semua camat dan para lurah untuk melibatkan semua pihak dan berkomunikasi dengan msyarakat. Pasalnya, berbicara dengan masyarakat tentu dibutuhkn kearifan, kebijaksanaan dan kelapangan dada. Untuk itulah, ia meminta untuk membangun komunikasi dan meluangkan waktu untuk berinteraksi dan menjelaskan program Pemkot dalam menggapai atau mewujudkan kota Kendari sebagai kota kota sehat yang merupakan cita-cita masyarakat kota Kendari.

“Kita bekerja tidak untuk mendapatkan penilaian ataupun apresiasi dari pihak lain. Kita bekerja untuk memastikan masyarakat kota kendari mendapatkan pelayanan yang terbaik dan adalah itu target kita. Sebab pemilik kota Kendari ini adalah seluruh masyarakat kota Kendari kepada mereka lah kita mempertanggung jawabkan tugas tugas kita” tegas Sulkarnain.

Upaya tersebut sambungnya, hanya bisa dengan kerja keras dan upaya bersama dari seluruh stakeholder yang ada di Kota Kendari. Dirinya pun sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat pada Forum Kota Sehat. Ia turut berpesan kepada pengurus yang baru dilantik, agar predikat Kota Sehat bisa dipertahankan.

“Sebisa mungkin harus ditingkatkan. Karena berbicara tentang kota sehat, tentu ini menjadi hal yang dinamis yang disesuaikan dengan perkembangan dan kondisi masyarakat kota Kendari,” ujarnya.

“Kita tidak ingin terjadi ironi di masyarakat. Jangan sampai kita meraih kota sehat tetapi yang dirasakan masyarakat. Yang ingin kita lakukan adalah bagaimana capaian yang kita kita peroleh dapat selaras dengan apa yang dirasakan masyarakat kota kendari,” tambahnya.

Hj. Sri Lestari yang dikukuhkan menjadi Ketua Forum Kota Sehat Kota Kendari Tahun 2020 -2021 mengatakan siap menjalankan amanah. Apalagi visi-misi forum Kota Sehat sejalan Kota Kendari, yakni mewujudkan kota Kendari sebagai Kota layak huni yang berbasis Ekologi, Informasi dan teknologi.

Yang mana sambungnya, akan menciptakan kondisi Perkotaan yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk. Makanya, penerapan beberapa tatanan dengan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.

Ketua TP PKK Kota Kendari mengatakan ODF menjadi prasayarat verifikasi Kota Sehat ke depan. Pada penilaian Kabupaten dan Kota Sehat tahun 2019, telah diberlakukan prasyarat akses sanitasi bagi Kabupaten dan Kota yang mendapatkan predikat Swasti Saba Wistara dengan ketentuan untuk Swasti Saba Wistara.

Kondisi sanitasi dipengaruhi sistem pengelolaan sanitasi yang meliputi pengelolaan sampah, pengelolaan air limbah dan pengelolaan drainase. Kondisi sanitasi yang buruk mencerminkan buruknya tingkat kesehatan masyarakat. Dari tiga sektor sanitasi tersebut yang paling berpengaruh terhadap kesehatan adalah
pengelolaan limbah cair rumah tangga yang terdiri dari “Black Water” dan “Gray Water.

“Black water yaitu limbah cair rumah tangga yang berasal dari kotoran manusia (tinja), sehingga stop perilaku buang air sembarangan menjadi prasyarat untuk mendapatkan penghargaan swasti saba,” jelasnya.

Penghargaan swasti saba tingkat Padapa dipersyaratkan minimal Desa ODF sebesar 60 persen. Penghargaan swasti saba tingkat Wiwerda dipersyaratkan minimal Desa ODF sebesar 80 persen dan Penghargaan swasti saba tingkat Wistara dipersyaratkan Desa ODF harus 100 persen.

Perubahan yang mendasar kata dia, dari 9 Tatanan menjadi 10 Tatanan dengan memasukkan unsur Smart City. Di mana tatanan kawasan pendidikan dan pasar menjadi tatanan wajib. “Untuk itu, seluruh instansi akan dilibatkan dan berharap dapat mempertahankan predikat Swasti Saba Wistara untuk yang ke-2 kalinya” pungkasnya. (b/adv/ags)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.