Sukses Koleksi 5 WTP, Bupati Konawe Diapresiasi Presiden Jokowi – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Sukses Koleksi 5 WTP, Bupati Konawe Diapresiasi Presiden Jokowi


KENDARIPOS.CO.ID — Tata kelola keuangan pemerintah dalam komando Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, menorehkan catatan manis. Kery S Konggoasa sukses mempertahankan raihan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) kelima sejak tahun 2016. Atas torehan prestasi itu, Kery diganjar piagam penghargaan dari Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Sri Mulyani.

Lebih luar biasa lagi, Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi prestasi Bupati Kery dalam hal penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Konawe yang diperoleh lima kali berturut-turut dengan memberikan plakat. Plakat atas nama pemerintah RI itu, diserahkan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra, Arif Wibawa, kepada Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, Senin (19/10).

Arif Wibawa, mengatakan, andaikata tidak dalam masa pandemi Covid-19, Presiden RI Joko Widodo pasti menyerahkan langsung penghargaan atas capaian WTP lima kali berturut-turut yang diraih pemkab Konawe. Kata Arif Wibawa, daerah yang memperoleh predikat WTP lima kali berturut-turut, biasanya dijadwalkan menerima penghargaan dari presiden di Istana Negara, Jakarta.

“Tidak mudah meraih opini WTP lima kali berturut-turut. Presiden RI sangat mengapresiasi daerah yang bisa mencapai hal tersebut. Namun lantaran ada pandemi Covid-19 ini, penghargaannya diserahkan di daerah saja dan diwakilkan kepada kami. Tapi tetap, Presiden RI sangat mengapresiasi,” sanjung Arif Wibawa, usai menyerahkan piagam WTP dan plakat penghargaan kepada Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa yang didampingi Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara dan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, Ferdinand Sapan.

Arif Wibawa mengatakan, pada dasarnya tata kelola pemerintahan terkait dengan laporan keuangan itu menjadi domain Kementerian Keuangan. Sehingga, apabila suatu daerah mendapatkan opini WTP, tata kelola keuangannya bisa diartikan sudah sangat bagus. Terkhusus Pemkab Konawe yang mengoleksi lima piagam WTP, lanjutnya, berarti pengelolaan keuangannya sudah sesuai jalur alias on the track. “Tata kelola keuangan yang baik tersebut sebisa mungkin memengaruhi yang lain. Termasuk, dalam hal tata kelola di bidang layanan pemerintahan,” ungkap Arif Wibawa.

Dengan raihan WTP itu, sambung Arif Wibawa, Pemkab Konawe menerima reward dari pemerintah pusat berupa suntikan dana insentif daerah (DID) yang bakal ditranfer ke rekening kas daerah (kasda). Arif Wibawa menyebut, DID yang akan diterima Pemkab Konawe ditahun 2021 yakni sekira Rp 24 miliar.

Menurut Arif Wibawa, DID merupakan stimulus yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berhasil menyabet opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Kata Arif Wibawa, peruntukan DID lebih fleksibel ketimbang dana transfer lain yang juga bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain dipakai untuk untuk membantu jalannya pemerintahan, DID juga bisa digunakan dalam rangka penambahan infrastruktur atau sarana fisik. Dengan kata lain, DID itu bisa meningkatkan kapasitas fiskal pemerintah daerah. Khusus di Sultra, ada satu daerah yang tahun depan tidak menerima suntikan DID dari pemerintah pusat.

Lebih lanjut, Arif menambahkan, daerah yang mendapat opini WTP pastinya sudah memenuhi kriteria penilaian dari BPK RI. Ia menyebut, ada empat variabel penilaian yang menentukan suatu daerah layak diberikan predikat WTP atau tidak. Pertama, penyajian LKPD harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintah.

Variabel kedua, yakni kecukupan pengungkapan. Artinya, seluruh kegiatan sudah dipertanggungjawabkan dalam laporan keuangan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Ketiga, kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan. Terakhir, efektivitas sistem pengendalian intern.

Predikat WTP yang diraih Pemkab Konawe, menunjukkan bahwa semua variabel penilaian tersebut sudah dijalankan dengan baik. “Kalau menyangkut skor yang didapat Konawe, kami tidak tahu persis. Sebab, itu domain BPK RI. Kami mewakili pemerintah RI hanya memberikan reward. Jadi, semua pemerintah daerah yang mendapat opini WTP dari BPK, itu kami beri penghargaan mewakili pemerintah pusat. Dengan harapan, reward tersebut bisa memotivasi pemerintah daerah agar terus bekerja profesional, akuntabel dan transparan,” ucapnya.

Bupati Konawe, Kery S Konggoasa, mengaku bangga atas capaian Pemkab mempertahankan predikat WTP kelima yang didapat sejak tahun 2016. Ia menyebut, setiap pemerintahan daerah memang diwajibkan menyajikan LKPD dalam satu tahun anggaran berjalan dengan baik.

“Penghargaan ini buah dari kerja keras kita semua. Termasuk semua OPD yang terkait. Semoga reward ini membuat kita semua lebih bersemangat dalam memajukan daerah yang kita cintai ini,” ungkap mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Kery menuturkan, setiap daerah sangat dimungkinkan untuk bisa menyabet predikat WTP dari BPK RI. Namun, lanjutnya, tak semua daerah mampu mengelola keuangan secara baik khususnya dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi Konawe ditahun 2019 berada diangka 9,20 persen. Capaian itu lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi Sultra dilevel 6,51 persen dan rata-rata nasional yang hanya 5,08 persen.

“Selain merujuk pada opini WTP, transfer DID juga melihat kontribusi APBD terhadap pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik. Kalau opini dari BPK RI semakin bagus, DID pasti meningkat. Sejak 2016 kita sudah dapat DID sebanyak Rp 57 Miliar. Duit itukan ujung-ujungnya untuk masyarakat juga,” tandas Kery S.Konggoasa. (adi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy