Serapan Anggaran Masih Rendah, La Bakry Evaluasi Kepala OPD – Kendari Pos
Buton

Serapan Anggaran Masih Rendah, La Bakry Evaluasi Kepala OPD

KENDARIPOS.CO.ID — Tahun anggaran 2020 akan segera berakhir. Terhitung, tak genap dua bulan lagi kesempatan bagi pemerintah untuk merampungkan kegiatan pada tahun berjalan ini. Serapan anggaran tentunya menjadi salah satu parameter sejauh mana pelaksanaan program kerja pemerintah. Di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton, serapan anggaran masih begitu minim. Karena itu, Bupati, La Bakry mengumpulkan dan mengevaluasi semua kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

La Bakry

Di hadapan para kepala OPD, La Bakry meminta laporan singkat dari implementasi program kegiatan masing-masing. “Tolong serapannya diperhatikan karena ini tinggal berapa bulan. Serapan kita baru setengah, jadi perlu ditingkatkan lagi,” ulangnya, menegaskan, Senin (19/10). Hal yang sama juga ditekankan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Buton, La Ode Zilfar Djafar. Dia menyebut serapan saat ini baru 52 persen. Itu artinya baru setengah kegiatan yang dianggap tuntas berjalan.

“Tapi setelah rapat koordinasi tadi ternyata khusus yang fisik di lapangan itu on progress. Hanya rekanan saja yang belum ambil anggarannya. Tapi sudah kita desak melalui dinasnya untuk segera diserap,” tambah Zilfar Djafar. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Buton itu mengaku sudah mendedline semua OPD terkait untuk terus mengevaluasi kegiatannya.

Termasuk juga dengan APBD Perubahan yang sudah harus direalisasikan setelah penetapan. “Bulan November itu diupayakan sudah bisa diangka 90 persen,” sambungnya. Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Sunardin Dani mengatakan rendahnya serapan itu karena dipicu pinjaman daerah yang sudah masuk dalam APBD induk tetapi kegiatan fisiknya baru akan dimulai 2021 mendatang.

“Kenapa rendah, karena pembaginya besar. Pinjaman daerah besar, itulah yang belum diserap. Kegiatannya baru tahun depan,” katanya. Dua instansi dengan persentase serapan paling rendah adalah Dinas PU dan Diknas. Keduanya masih berada dibawah 50 persen. “PU itu ya dinas yang berkaitan dengan pinjaman tadi. Kemudian Diknas karena ada DAK dan DID yang cukup besar di sana,” tambahnya. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy