Ramadio, Wakil Bupati Butur Diberhentikan Kemendagri – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Ramadio, Wakil Bupati Butur Diberhentikan Kemendagri


KENDARIPOS.CO.ID — Karier politik Wakil Bupati Buton Utara (Butur), Ramadio tamat. Dia diberhentikan sementara oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tanpa persetujuan DPRD Butur. Ramadio diberhentikan akibat kasus tindak pidana yang membelitnya. Posisi Ramadio sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Butur turut dicopot.

Pengendali pemerintahan akan diemban Penjabat Sementara (Pjs) Bupati selama Bupati Butur, Abu Hasan cuti kampanye Pilkada selama 71 hari. Namun sebelum Pjs Bupati ditunjuk, roda pemerintahan akan dikendalikan Penjabat (Pj) Sekda Butur, Burhanuddin sebagai Pelaksana Harian (Plh).

“Sebelum ditunjuk Pjs Bupati, untuk mengisi kekosongan pimpinan maka Plh Bupati diserahkan kepada Sekda Pemkab Butur. Kita harapkan dalam waktu dekat, Pjs sudah bisa ditetapkan,” ujar Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik Piliang kepada Kendari Pos, Kamis (1/10) kemarin.

Mantan Direktur Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan antar Lembaga (FKDH) Kemendagri itu mengaku mengetahui persoalan hukum yang menimpa Ramadio setelah ada usulan pemberhentian sementara dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) berdasarkan surat bernomor 132.74/4830 tanggal 30 September 2020.

Akmal Malik Piliang menjelaskan dalam surat itu disebutkan Ramadio sebagaimana disebutkan dalam surat Kejaksaan Tinggi Sultra tertanggal 30 September 2020
didakwa primair, subsidair, dan lebih subsidair Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ramadio diancam hukuman penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.5.000.000.000 (lima miliar).

Akmal mengungkapkan, atas dasar hal tersebut dan mengacu pada ketentuan pada Pasal 83 ayat (1) Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Ramadio harus diberhentikan sementara. “Bunyinya adalah kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah diberhentikan sementara tanpa melalui usulan DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun,”tuturnya.

Pemberhentian sementara Ramadio sebagai Wakil Bupati Butur sekaligus Plt.Bupati Butur dibenarkan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas. Menurutnya, Pemprov Sultra ingin dugaan kasus tindak pidana yang dialami Ramadio mendapat kekuatan hukum tetap. “Saat ini kasus tersebut sudah ditingkatkan statusnya. Sehingga, keputusan ini tidak lain agar dapat memperlancar proses hukum yang sedang dijalani. Dan diharapkan juga dapat segera mendapatkan kepastian hukum,” tuturnya.

Soal penunjukan Pjs Bupati, Nur Endang Abbas mengaku telah mengirim sejumlah nama calon Pjs Bupati Butur kepada Kemendagri. “Kita harapkan itu (Pjs) ditunjuk dari lingkup Setda Pemprov Sultra. Namun, kembali kepada keputusan Kemendagri. Seperti apa keputusannya kita ikuti,” ungkap mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sultra ini.

Keputusan Kemendagri memberhentikan Ramadio diapresiasi Direktur Aliansi perempuan (Alpen) Sultra, Hasmida Karim. Menurutnya, pemberhentian Ramadio oleh Pemprov Sultra sebagai bentuk perlindungan perempuan dan anak. Ramadio memang mesti diberhentikan akan konsentrasi mempertanggujawabkan persoalan hukum yang membelitnya.

“Keputusan pemberhentian itu merupakan wujud nyata dari revolusi mental yang dicanangkan pemerintah. Dengan kasus ini kita harapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh birokrasi di Indonesia, khususnya di Sultra untuk berprrilaku baik. Menjadi pejabat tidak hanya sikap yang harus baik namun juga moral harus baik untuk bisa melayani masyarakat,” ujar Hasmida Karim. (yog)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy