Protes Lahannya Belum Diganti Rugi PT CSM, Dua Warga Ini Justru Dijadikan Tersangka – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Protes Lahannya Belum Diganti Rugi PT CSM, Dua Warga Ini Justru Dijadikan Tersangka


KENDARIPOS.CO.ID — Kesabaran sejumlah warga Dusun IV di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), mencapai batasnya. Mereka akhirnya melakukan sweeping pada sejumlah kendaraan dump truk milik PT Citra Silika Malawa (CSM) yang melakukan pengangkutan ore nikel menuju armada tongkang. Massa memprotes karena pihak PT CSM terus mengeruk lahan warga yang belum diganti rugi. Salah seorang warga yang melakukan penghadangan bernama Nur Lina, mengklaim, tanahnya termasuk milik mertuanya seluas tiga hektare diambil pihak perusahaan. Ia memastikan akan terus melakukan aksi protes selama PT CSM abai dengan tuntutan warga. “Tanah saya itu kurang lebih satu hektare selebihnya punya mertua. Perusahaan tidak mau ganti rugi dan terus mengambil ore di situ,” kesalnya, Senin (5/10).

Aksi penghadangan truk yang lalu lalang di lokasi tambang tersebut mendapat respon dari petugas kepolisian dengan mengirim dua armada berisi personel untuk menenangkan suasana. Salah satu diantaranya yang hadir adalah Kapolsek Lasusua, Iptu Jamil. Kapolsek berupaya meredam amarah warga dan berjanji mempertemukan dengan Direktur PT. CSM, Syamsuddin Paddo. Saat aksi berlangsung, warga hanya ditemui oleh Humas PT. CSM, Nuno dan kemudian diminta agar melangsungkan pertemuan di Makopolres Kolut mencari solusi.

Sejumlah warga Dusun IV Desa Sulaho, melakukan pengadangan dump truk milik PT CMS yang hendak melakukan pengangkutan ore nikel menuju armada tongkang. Massa memprotes karena pihak perusahaan terus mengeruk lahan warga
yang belum diganti rugi.

Kepala Dusun IV, Abdullah membantah pertanyaan Syamauddin Paddo selaku Direktur yang mengaku telah melakukan ganti rugi sebesar Rp 250 juta ke para pemilik lahan pada 2012 silam. “Tidak benar itu. Justru yang mereka garap sekarang di lahan kami dan itu sebagian lahan reklamasi juga dia keruk,” bebernya.

Abdullah sendiri diketahui telah dilaporkan pihak PT CSM bersama satu warga lainnya bernama H. Amir dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dituding melakukan pengancaman ke pihak perusahaan dengan membawa senjata tajam. “Ada videonya itu beredar. Justru masyarakat yang diancam premannya PT CSM,” akunya. Sementara H. Amir yang ikut berpolemik dalam kasus ini karena lahannya yang bersertifikat tak diganti rugi PT. CSM. Hal itu bermula dari kontrak lahan yang digunakan perusahaan sebagai jeti untuk melakukan pemuatan ore ke tongkang.

“Belakangan perusahaan menimbun di luar lahan H. Amir. Jadi mereka PT. CSM itu tidak akui lagi lahannya H. Amir. Otomatis marah, karena lahannya dipakai dan itu ada sertifikatnya,” imbuhnya. Ia menegaskan akan terus melakukan aksi selama tuntutan masyarakat para pemilik lahan yang diserobot PT CSM tidak diganti rugi.

Seperti diketahui, Inspektur Tambang wilayah Sultra, Isran Naim maupun Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut, Taufik telah menyampaikan dan memastikan jika PT. CSM hingga kini belum memiliki terminal khusus (Tersus) untuk melakukan pengiriman ore nikel. Tapi diketahui pula, perusahaan itu telah memberangkatkan puluhan tongkang material nikel. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy