Progres Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia Capai 55 Persen – Kendari Pos
Nasional

Progres Vaksin Merah Putih Buatan Indonesia Capai 55 Persen

KENDARIPOS.CO.ID — Vaksin Covid-19 diperkirakan akan diproduksi di Indonesia pada tahun 2021. Menurut penghitungan masyarakat yang butuh vaksin, dari 260 juta minimal ada 175 juta warga mendapat dosis vaksin.

Ilustrasi Vaksin Covid-19

Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio pun mengungkapkan, siapa saja yang elemen masyarakat yang diprioritaskan untuk mendapat anti virus Covid-19. Paling utama adalah tenaga front liner yang sering berinteraksi dengan orang lain.
“Kita sudah sepakat pertama yang hharus mendapatkan vaksin ialah frontliner. Apakah itu tenaga kesehatan,” ucap dia dalam webinar, Rabu (14/10).

Begitu juga dengan para petugas keamanan, mereka pun akan mendapatkannya. “Tenaga yang lain seperti keamanan ketertiban dan yang lain-lainnya,” tuturnya.

Selain itu, para orang lanjut usia atau yang menderita komorbid pun akan didahulukan untuk diberikan vaksin. Pasalnya, daya imun mereka yang lemah dan rentan terkena virus.
“Kemudian kita harus melindungi mereka yang high risk, kita harus melindungi mereka, karena mereka tidak punya imunitas yang cukup,” tambahnya.

Berikutnya adalah kelompok yang memberikan pelayanan publik bagi masyarakat. “Kelompok keempat yang terakhir adalah merka yang dikhawatirkan bisa menyebar, misal dari kontak tracing (dari orang yang terlebih dulu terkena),” tutupnya.

Eijkman Amin Soebandrio menuturkan, bahwa progres pengembangan Vaksin Merah Putih mencapai 55 persen. Harapannya bibit vaksin ini sudah bisa diuji pra klinis pada akhir tahun. “Uji ke hewan bulan depan kalau semua lancar. Sehingga akhir tahun sudah selesai,” terangnya, Rabu (14/10).

Kemudian, di awal tahun, bibit vaksin tersebut pun dapat diserahkan kepada Bio Farma untuk uji klinis lanjutan. Di mana uji klinis akan terdiri dari tiga tahap. Adapun, ia meyakini bahwa vaksin ini akan cocok dengan masyarakat Indonesia. Sebab, menggunakan sampel virus yang bertransmisi di Indonesia.

“Jadi vaksin dikembangkan menggunakan virus yang bersikulasi di Indonesia, kemudian penelitiannya ada di Indonesia oleh institusi yang ada di Indonesia, oleh para peneliti Indonesia dan untuk rakyat Indonesia. Jadi memang dari, oleh dan untuk Indonesia,” terang dia.

Setidaknya, kata dia berdasarkan survei, penduduk Indonesia bersedia untuk diberi vaksin. Jumlahnya sekitar 45 persen dari penduduk Indonesia. “Ada survei katanya, tapi saya belum baca hasilnya. Tetapi setidaknya hampir 45 persen penduduk Indonesia itu bersedia diberi Vaksin Merah Putih,” jelasnya.

Adapun, nantinya produksi Vaksin Merah Putih akan terus dikebut. Hal ini dilakukan sesuai amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi), di mana harus memastikan ketersediaan vaksin, harus efektif, cepat dan aman. “Beruntung saat ini terdapat prosedur yang sangat pendek ke pengembangan vaksin. Kalau dalam situasi normal, bukan pandemi kita butuh bertahun-tahun untuk pengembangan vaksin,” tutur Amin. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy