Peran Strategis Pembiayaan Ultra Mikro Dalam Mendukung Program PEN Sultra, Oleh : Afif Efendi – Kendari Pos
Opini

Peran Strategis Pembiayaan Ultra Mikro Dalam Mendukung Program PEN Sultra, Oleh : Afif Efendi


KENDARIPOS.CO.ID — Dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), penciptaan lapangan kerja, dan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah menerbitkan paket kebijakan yang bertujuan meningkatkan sektor Riil dan memberdayakan UMKM. Salah satu tujuan dari penerbitan kebijakan tersebut adalah untuk meningkatkan akses sumber pembiayaan kepada UMKM. Upaya peningkatan akses pada sumber pembiayaan antara lain dilakukan dengan memberikan penjaminan kredit bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Afif Efendi, Kepala Seksi PPAII B Kanwil DJPb Prov Sultra

Pada tanggal 5 November 2007, Presiden meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan fasilitas penjaminan kredit dari Pemerintah. Walaupun begitu, Kredit Usaha Rakyat masih belum dapat menjangkau seluruh UMKM di Indonesia. Sampai dengan tahun 2016, 71,4 persen dari total UMKM belum memperoleh Kredit Usaha Rakyat. Pemerintah kemudian menciptakan skema pembiayaan baru pada tahun 2017 untuk segmen usaha mikro lapisan terbawah yang disebut pembiayaan “ultra mikro” atau disingkat dengan UMi.

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi. Pembiayaan UMi disalurkan melalui LKBB. Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi di Sulawesi Tenggara antara lain: PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sumber pendanaan berasal dari APBN, kontribusi pemerintah daerah dan lembaga-lembaga keuangan, baik domestik maupun global.

Pembiayaan Ultra Mikro memiliki 4 prinsip, yaitu: Empowering and Enhancing yaitu Penyaluran Pembiayaan UMi dilakukan melalui institusi yang sudah ada dan berpengalaman dalam pembiayaan UMKM. IT Based yaitu Penyaluran Pembiayaan UMi didukung Teknologi Informasi terkini untuk meningkatkan aksesibilitas dan akuntabilitas.Pendampingan yaitu Penyalur diwajibkan menyediakan pendampingan bagi Debitur UMi, baik terkait pengembangan usaha maupun peningkatan kualitas hidup debitur.

Optimalisasi dana yaitu BLU PIP melakukan optimalisasi dana melalui kerja sama pendanaan dan kerja sama investasi untuk mengurangi ketergantungan pada dana APBN. Pihak yang dapat menjadi Debitur dalam Pembiayaan Ultra Mikro harus memenuhi kriteria:
Tidak sedang dibiayai oleh kredit program pemerintah di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah yang tercatat dalam SIKP; dan
Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan sebagaimana tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau Surat Keterangan Pengganti Kartu Tanda Penduduk Elektronik.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah memiliki sistem informasi elektronik yaitu Sistem Informasi Kredit Program untuk Pembiayaan Ultra Mikro (SIKP UMi) dengan alamat website https://sikp.umi.id, yang digunakan untuk menatausahakan dan menyediakan informasi penyaluran Pembiayaan UMi. Sampai dengan semester I Tahun 2020, dari SIKP UMi diperoleh data bahwa di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara jumlah Debitur Pembiayaan UMi berjumlah 2.654 debitur dengan realisasi penyaluran sebesar Rp. 9.181.300.000,00.

Di wilayah Sulawesi Tenggara terdapat dua penyalur UMi yaitu PT . Pegadaian dengan produk Kreasi UMi dan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan produk Mekaar dengan jumlah debitur dan jumlah pembiayaan sesuai data di SIKP UMi adalah sebagai berikut , pada tahun 2018 terdapat 3.151 debitur dengan jumlah pembiayaan sebesar Rp. 9.872.800.000,-, tahun 2019 meningkat hampir dua kali lipatnya yaitu sebanyak 6.077 debitur dengan jumlah penyaluran sebesar Rp. 24.929.700.000,- dan untuk tahun 2020 sampai dengan bulan September 2020 baru 2.037 debitur dengan jumlah penyaluran sebesar Rp.10.354.360.000,-.

Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dari tahun ke tahun terdapat peningkatan jumlah debitur dan jumlah penyalurannya. Hal ini tidak luput dari usaha yang dilakukan pihak penyalur melalui sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya program pemerintah berupa pembiayaan ultra mikro (UMi) melalui media publikasi lokal, seperti pemasangan spanduk/baliho ditempat-tempat strategis, keramaian umum seperti pasar maupun fasilitas umum/keramaian lainnya. Dari jumlah debitur UMi diatas dengan adanya pandemi covid-19 mengalami dampak yang sangat besar bagi kelangsungan usahanya.

Pandemi Covid-19 bukan sekedar menjadi bencana kesehatan, akan tetapi menimbulkan kekacauan disektor ekonomi, baik sektor industri besar maupun pelaku UMKM khususnya usaha mikro. Pandemi covid-19 mengakibatkan penurunan aktivitas jual beli, anjuran social distancing demi menghindari penularan virus corona yang lebih luas, sedikit banyak turut andil menurunkan aktivitas jual beli di tengah masyarakat, contohnya pelaku usaha penjual nasi kuning, adanya virus corona ini masyarakat takut beli makanan diluar, mengakibatkan para pelaku usaha disektor makanan mengalami penurunan yang sangat drastis. Bahkan banyak yang tutup tidak menjual lagi.

Pandemi covid-19 telah mengakibatkan dampak diberbagai sektor, salah satu sektor ekonomi yang paling terdampak adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kondisi UMKM mengalami penurunan permintaan yang mengakibatkan menurunnya kemampuan untuk mengembalikan pinjaman/kredit pembiayaan yang mereka gunakan sebagai usaha. Hal tersebut menjadi salah satu focus pemerintah dalam program pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) . Sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap UMKM di masa pandemi, pemerintah telah menyiapkan skema subsidi bunga dan keringanan pembayaran pokok pinjaman untuk UMKM agar bisa bertahan ditengah pandemi sebesar Rp.35,28 triliun untuk 60,66 juta rekening.

Skema tersebut salah satunya diperuntukkan untuk pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan kredit ultra mikro (UMi). Selain dari pemerintah pusat juga perlu dukungan dari pemerintah daerah dalam rangka menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional, khususnya untuk Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten/Kota yang lebih paham dan memiliki data yang terkait UMKM yang terdampak sehingga program pemerintah diharapkan dapat tepat sasaran.

Sebagai bentuk dukungan Kanwil Ditjen Perbendaharaan terhadap Program Pemulihan Ekonomi Nasional dibidang UMKM di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov Sultra bersama OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Koperasi dan UMKM lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara, PT. Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani selaku penyalur UMi di Sulawesi Tenggara untuk bersama sama mendiskusikan pemulihan ekonomi bagi UMKM di Provinsi Sulawesi Tenggara yang terdampak covid-19. Dengan bersinergi yang baik diharapkan Program Pemulihan Ekonomi khususnya untuk UMKM di Sultra dapat berjalan dengan baik.

Dalam melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasioanl (PEN) khususnya disektor UMKM perlu adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah yaitu Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten/Kota, pihak penyalur dan para debitur. Dengan sinergi diharapkan program pemulihan ekonomi di Sulawesi Tenggara dapat berjalan dengan lancar, sehingga diharapkan fasilitas relaksasi kredit bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang diberikan oleh pemerintah dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara sehingga UMKM bisa bangkit dan menjadi pengungkit ditengah pandemi covid-19. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy