Pengamat Politik: KPU Mesti Evaluasi Kampanye Pilkada – Kendari Pos
Politik

Pengamat Politik: KPU Mesti Evaluasi Kampanye Pilkada

Najib Husain

KENDARIPOS.CO.ID — Langkah pasangan calon (paslon) kepala daerah menggaet dukungan dinilai belum maksimal selama tujuh hari masa kampanye. Hak itu membuat calon pemilih akan kekurangan informasi tentang kontestan Pilkada. Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta mengevaluasi kampanye hajatan demokrasi.

Pengamat Politik Sultra Najib Husain menilai jika paslon tak bergerak maksimal selama 71 hari masa kampanye, patut diduga ada rencana para paslon akan melakukan money politik pada akhir detik-detik pemungutan suara 9 Desember 2020 nanti. Ia melihat respon paslon seolah lemah dalam membangun pergerakan politik kampanye.

Karena itu ia meminta penyelenggara secepatnya mengantisipasi persoalan itu. “KPU mesti melakukan evaluasi untuk mengukur sejauh mana partisipasi para paslon di masa awal kampanye berlangsung. Terutama memastikan apakah para paslon mengunjungi titik-titik daerah atau zona wilayah yang telah ditentukan atau tidak,” argumentasi akademisi UHO itu. Menurutnya, paslon menganggap tidak menarik metode kampanye kali ini. Hal itu bisa disebabkan metode kampanye yang sifatnya dominan tertutup dan peserta dibatasi.

Berbeda dengan sistem kampanye pilkada sebelumnya yang menggunakan cara konvesional seperti memanggil artis, lalu mengumpulkan masa sebanyak-banyaknya yang dianggap efektif untuk menggaet dukungan. Penyelenggara pilkada, sambung Najib, harus lebih mengintensifkan dorongan kepada paslon agar benar-benar memanfaatkan masa kampanye dengan baik. Agar iklim perpolitikan kampanye yang sedang berlangsung ini, tidak terasa hambar.

Di satu sisi, jika terus situasi stagnan ini terus dibiarkan, maka sangat berpotensi besar terjadinya money politik di akhir masa kampanye. Makanya harus diwaspasai sejak dini potensi tersebut. “Kampanye ideal yang bisa dilakukan paslon dalam menggaet dukungan yakni melalui jalur door to door. Metode berkunjung dari rumah ke rumah akan sangat efektif untuk dimanfaatkan. Kendati akan menguras lebih banyak waktu dan tenaga. Agar lebih efektif maka para paslon harus memanfaatkan tim kampanye, relawan dan simpatisan untuk membantu dengan membagi tugas di tiap daerah,”terang jebolan program doktoral Universitas Gajah Mada itu.

Dengan kondisi keterbatasan langkah melakukan kampanye akibat penerapan protokol kesehatan penyebaran pandemi, menjadi ujian bagi para paslon. Artinya dapat dilihat sejauh mana tingkat kecerdasan dan kecerdikan paslon dalam bekerja meraih mandat dukungan para pemilih. (m6/b).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy