Penerimaan Negara Triwulan III 2020 di Sultra Menurun – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Penerimaan Negara Triwulan III 2020 di Sultra Menurun

(Ki-ka) Kasubbag Umum Kantor Bea Cukai Kendari, Heru Agus Widarto, Kepala Kantor Wilayah Sultra, Arif Wibawa, Kepala KPP Pratama Kendari, Muhammad Yusrie Abas, Kepala KPKNL Kendari, Adi Suharna dalam kegiatan Press Conference Capaian Realisasi APBN Triwulan III Tahun Anggaran 2020, Rabu (21/10).


KENDARIPOS.CO.ID — Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sampai dengan triwulan III tahun 2020 secara umum masih dipengaruhi oleh kinerja perekonomian yang sedikit menurun akibat adanya pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) yang diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Arif Wibawa, penerimaan negara yang bersumber dari Penerimaan Perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada triwulan III tahun 2020 mencapai Rp 2,05 triliun.

“Angka ini mengalami penurunan sebesar 8,67 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai Rp 2,25 triliun,” ujar Arif Wibawa dalam kegiatan Press Conference Capaian Realisasi APBN Triwulan III Tahun Anggaran 2020, Rabu (21/10).

Dijelaskan, Penerimaan Perpajakan mencapai Rp 1,65 triliun atau mengalami penurunan hampir 6,30 persen dibandingkan triwulan III tahun 2019 yang mencapai Rp 1,76 triliun. Sementara, Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 402,76 miliar atau mengalami penurunan sekitar 17,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 486,68 miliar.

Arif Wibawa menyebut, realisasi belanja pemerintah pusat melalui Kementerian/Lembaga di Sultra terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, dan belanja bantuan sosial mencapai Rp 4 triliun pada triwulan III tahun 2020, atau sekitar 65,07 persen dari total pagu sebesar Rp 6,15 triliun. Realisasi tersebut mengalami peningkatan 4,55 persen bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2019, yaitu sebesar 60,52 persen dari total pagu Rp7,71 triliun.

Selanjutnya, belanja pegawai mencapai Rp 1,66 triliun atau sekitar 73,64 persen dari total pagu belanja pegawai sebesar Rp 2,26 triliun. Belanja barang mempunyai realisasi yang sedikit lebih rendah dari belanja pegawai yaitu Rp 1,47 triliun atau sekitar 60,44 persen dari pagu belanja barang sebesar Rp 2,43 triliun. Adapun realisasi belanja modal pada triwulan III tahun ini mencapai Rp 848,82 miliar atau sekitar 59,11 persen dari pagu belanja modal sebesar Rp 1,44 triliun.

Persentase realisasi terbesar terdapat pada belanja bantuan sosial yaitu 81,74 persen dengan capaian Rp 23,67 miliar dari pagu belanja bantuan sosial sebesar Rp 28,96 miliar. Dari total realisasi belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp 4 triliun tersebut, sekitar Rp 13,53 miliar digunakan
untuk penanganan pandemi Covid-19 di masing-masing satuan kerja (Satker).

“Anggaran ini di antaranya digunakan untuk pembelian masker, penyemprotan disinfektan, pengadaan wastafel dan sabun untuk cuci tangan, pembelian alat pengukur suhu tubuh, dan lainnya,” pungkas Arif. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy