Pendukung Dilarang Hadiri Debat Kandidat


KENDARIPOS.CO.ID — Debat kandidat Pilkada 2020 akan digelar berbeda dari pemilu tahun-tahun sebelumnya. Adu gagasan antar pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati akan berlangsung 26 September 2020 5 Desember 2020, sesuai PKPU nomor 5 tahun 2020 sebagaimana diubah menjadi PKPU nomor 13 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada serentak. Pendukung paslon dilarang menghadiri debat kandidat guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

La Ode Abdul Natsir

Ketua KPU Sultra, Abdul Natsir Muthalib mengatakan, debat antara paslon wajib mengikuti protokol kesehatan. Debat kandidat akan diselenggarakan dalam studio atau lembaga penyiaran swasta. Jika lembaga penyiar tidak dapat melakukan penyiaran secara langsung, kata dia, maka boleh menggunakan sistem siaran tunda. Nantinya akan disiarkan kembali ke ruang publik.

Peserta debat hanya boleh dihadiri oleh paslon, anggota tim kampanye dengan jumlah terbatas.
“Juga dihadiri oleh tim penyelenggara KPU dan Bawaslu sesuai wilayah kerja masing-masing,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, pelaksanaan debat tidak boleh menghadirkan tamu undangan, penonton, atau pendukung. Semua peserta wajib menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter.

Sementara itu, Ketua KPU Konkep, Iskandar mengatakan, debat kandidat akan berlangsung 13 November dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Jumlah massa masing-masing kontestan yang hadir saat debat dibatasi. “Pasangan calon hanya diperbolehkan membawa empat LO. Tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Iskandar, akhir pekan lalu.

Untuk lokasi debat, kata dia, ada dua opsi yang ditawarkan. Yakni di Aula SMP 2 Wawonii Barat dan Aula Perkantor Bupati Konkep lama. Yang jelas, debat akan dilaksanakan pada malam hari dengan durasi waktu 140 menit. (m6/san).

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.