Pemkot Kendari Kebut Pembangunan Covid-19 Center

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus positif Covid-19 di Kota Kendari masih tinggi. Pemerintah Kota Kendari tak mau “menyerah” dengan serangan pandemi Covid-19. Garis perimeter pertahanan sudah diaplikasikan yang ditopang dengan berbagai regulasi memutus mata rantai penyebaran Covid. Pada sisi lain, sarana kesehatan selalu tersedia. Tenaga medis pun berjuang digaris depan melawan Covid.

Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir

Bahkan Pemkot Kendari membangun infrastruktur mumpuni sebagai upaya mengendalikan dan menekan laju pertumbuhan kasus Covid. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir sedang membangun Covid Center RSUD Kota Kendari. Sejauh ini, progres konstruksi pekerjaan sudah memuaskan. Progresnya mencapai sekira 50 – 60 persen.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain menegaskan pekerjaan konstruksi Covid Center harus dikebut dan ditargetkan tuntas bulan depan. “Covid-19 Center RSUD Kota Kendari berkapasitas 40 ruang yang dilengkapi dengan laboratorium PCR. Jadi hadirnya Covid-19 Center ini setidaknya bisa mengurai jumlah pasien Covid-19 yang ada di rumah sakit rujukan,” ujarnya kepada Kendari Pos, Minggu (25/10) kemarin.

Anggaran pembangunan Covid Center RSUD Kota Kendari sekira Rp.13 miliar, yang bersumber dari DID tahun 2020. Covid-19 Center dibangun sejak Agustus 2020, tepat di belakang gedung pelayanan RSUD Kota Kendari.

Upaya Wali Kota Kendari, Sulkarnain menekan penyebaran Covid didukung sepenuhnya pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pemkot Kendari, kata Sulkarnain akan mendapat bantuan alat uji Swab Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Kemenkes RI. Alat tersebut nantinya akan digunakan memeriksa sampel hasil uji usap tenggorok (Swab) masyarakat yang dinyatakan reaktif Covid-19.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengungkapkan, meskipun sudah disetujui pusat, akan tetapi ada syarat yang harus dipenuhi yaitu tersedianya ruangan khusus penyimpanan alat PCR. “Insya Allah, bulan depan, kalau kondisi laboratorium (Center Covid-19) sudah selesai, saya segera laporkan ke Kemenkes. Karena mereka tidak mungkin bantu kalau tidak ada tempat penyimpanan alatnya,” kata Sulkarnain.

Ketua PKS Kota Kendari itu meyakini hadirnya alat PCR akan semakin mempercepat proses penanganan Covid-19 di Kota Kendari. Pasalnya, jika ditemukan masyarakat yang terkonfirmasi positif, maka segera dilakukan perawatan, sementara bagi mereka yang dinyatakan negatif tentu disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kestabilan imunitas tubuh.

“Setidaknya nanti sudah ada kepastian. Dan tentunya kita tidak perlu menunggu hasil laboratorium yang lama seperti sebelumnya. Karena jika kita punya sendiri alatnya (PCR) itu hanya butuh waktu 1-2 menit untuk tahu hasilnya seseorang terpapar (Covid-19) atau tidak,” jelas Sulkarnain.

Adapun bantuan yang akan diterima Pemkot Kendari dari Kemenkes meliputi satu unit MA-6000 Real Time PCR System, Novel Coronavirus (2019-nCov) Nucleic Acid Diagnostic Kit (PCR Flourescence Probing) 84 Pack yang masing-masing berisi 24 test.
Selain itu, sample Release Reagent 84 pack masing-masing terdapat 24 test, Throat Swab and Sample Storage Reagent 84 pack yang masing-masing berisi 24 test, serta PCR Tube 84 pack yang per pack-nya terdiri dari 24 test.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kendari Pos, Kemenkes memberikan bantuan alat PCR kepada daerah yang masuk kategori zona merah alias zona dengan risiko penularan Covid-19 tinggi antara 0 – 1,8 poin. Khusus di Sultra, hanya Kota Kendari yang masuk kategori zona merah.

Merujuk update data perkembangan Covid-19 versi Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sultra, Minggu 25 Oktober 2020 pukul 17.00 Wita, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kendari sekira 2.398. Kasus positif yang masih di isolasi sekira 750 dan kontak erat masih diisolasi sekira 5 kasus. (ags/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.