Pemerintah Godok Dana Abadi Pesantren – Kendari Pos
Nasional

Pemerintah Godok Dana Abadi Pesantren


KENDARIPOS.CO.ID — Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi memimpin peluncuran Hari Santri 2020 di kantornya Kamis (1/10). Ada sejumlah kabar baik yang dia sampaikan sebagai hadian untuk para santri maupun pengelola pesantren. Diantaranya adalah dana abadi pesantren.
Zainut menuturkan secara spesifik pendidikan pesantren diatur dalam UU 18/2019 tentang Pesantren. Dia mengatakan UU tersebut harus aplikatif. Diantaranya adalah regulasi turunannya tentang pendanaan penyelenggara pesantren.

Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi (lima dari kanan) memberikan keterangan pers kepada wartawan di sela peluncuran Hari Santri 2020 di kantor Kemenag, kemarin (1/10). Hilmi Setiawan/Jawa Pos

’’Menurut laporan yang saya terima, regulasi sedang tahap harmonisasi dan uji publik,’’ katanya. Politisi PPP itu berharap semoga tidak lama lagi regulasi tentang pendanaan pesantren segera disahkan. Syukur-syukur bisa diundang bertepatan dengan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober nanti.

Zainut menjelaskan terkait pendanaan di dalam UU tentang pesantren itu diatur sejumlah skenario. Pada intinya pesantren bisa mendapatkan anggaran dari APBN maupun APBD. Untuk itu perlu dirumuskan formulasi pendanaannya. Diantara yang saat ini sedang digodok adalah dana abadi pesantren.

’’Semoga dana abadi pesantren bisa memberikan bantuan ke pesantren,’’ tuturnya. Zainut menegaskan soal dana abadi itu masih sedang dirumuskan sampai saat ini. Khususnya tentang payung hukumnya. Dia menuturkan nantinya hasil pengelolaan dana abadi pesantren itu bisa digunakan untuk pembiayaan pesantren di seluruh Indonesia. Di dalam pembahasan UU Pesantren tahun lalu, sempat muncul usulan dana abadi pesantren senilai Rp 2,4 triliun sampai Rp 5 triliun.

Lebih lanjut Zainut mengatakan alasan kenapa mesti ada Hari santri. ’’Santri memiliki peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengisinya,’’ tuturnya. Para santri jebolan pesantren memiliki kontribusi nyata di tengah lingkungan terkecil masyarakat. Seperti jadi imam musala, masjid, pimpinan majelis taklim, dan lainnya.

Zainut juga mengatakan santri memiliki akses yang lebar untuk melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Kemudian santri juga mendapatkan akses yang sama untuk berkompetisi di dunia kerja. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy