Pemenang Pilkada Muna Sulit Ditebak – Kendari Pos
Politik

Pemenang Pilkada Muna Sulit Ditebak

KENDARIPOS.CO.ID — Tensi Pilkada Muna 2020 mulai meninggi. Laga head to head LM. Rusman Emba – Bachrun dan LM. Rajiun Tumada membuat hasil akhir yang cukup sulit diprediksi, kendati petahana didukung dua mantan bupati Muna, Ridwan Bae dan LM. Baharuddin. Hasil survei elektabilitas yang diklaim kontestan bukan menjadi jaminan meraih kemenangan.

Pengamat Politik Sultra Husen Zuada mengaku sulit memrediksi siapa pemenang Pilkada sejak awal tahapan kampanye. Dirinya juga sangsi jika ada hasil survei yang berani memenangkan salah satu figur diatas angka 70 persen. Dalam skema head to head, presentasi kemenangan umumnya tidak akan lebih dari 10 persen. “Kalau ada calon yang menyebut surveinya 71 persen, menurut saya itu tidak rasional. Apalagi, jika yang dihadapi adalah petahana,” tuturnya.

Ia menilai, dua pasangan calon yang bertarung sama-sama memiliki keunggulan tersendiri. Namun menurutnya, pasangan LM. Rusman Emba – Bachrun sedikit diunggulkan karena mendapat dukungan dari dua mantan Bupati yakni Ridwan Bae dan Baharuddin. Dua figur tersebut tidak bisa dipungkiri memiliki basis massa yang loyal dan mengakar.

“Dukungan itu signifikan menambah kekuatan petahana. Apalagi, LM. Baharuddin juga turun langsung bekerja di lapangan. Itu pasti menjadi vitamin yang baik untuk petahana. Karena sebagian besar pendukung dua figur itu akan mengikuti pilihan politik dari patronnya,” urainya.

Alumni Universitas Indonesia itu menerangkan, perang survei sengaja dilontarkan oleh kandidat untuk memengaruhi psikologis pemilih. Hal itu lumrah dalam konstalasi politik sebagai bagian dari strategi perang urat saraf. Namun menurutnya, hasil survei bisa dikatakan valid jika dirilis langsung oleh lemabga survei baik presentasi maupun metodenya. Jika hal itu tidak dimunculkan maka publik sulit percaya pada klaim sepihak pasangan calon. “Survei itu kan ilmiah mulai metologinya sampai hasilnya. Sepanjang bukan lembaga surveinya yang umumkan, maka hasilnya bisa dikatakan sebagai klaim semata,” ujarnya.

Akademisi Universitas Tadulako itu menjelaskan, Pilkada Muna akan dimenangkan pasangan calon yang memiliki kerja-kerja politik terukur. Menurutnya, dalam setiap konstalasi, petahana sulit untuk tidak diperhitungkan, meskipun status incumbent bukan menjadi jaminan terhadap hasil akhir pertarungan. “Kedua kubu pasti sama-sama optimis. Tinggal bagaimana strategi di lapangan,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy