Pembangunan RS Jantung Tahap II Segera Dilelang – Kendari Pos
Nasional

Pembangunan RS Jantung Tahap II Segera Dilelang


KENDARIPOS.CO.ID — Duet Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Ali Mazi-Lukman Abunawas (Aman) punya tiga mega proyek yang sebentar lagi terwujud. Salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung. Diproyeksi RS Jantung itu menjadi rujukan di kawasan di Indonesia Timur sekaligus RS termegah.

Konstruksi empat lantai Rumah Sakit Jantung telah tuntas. Pembangunan RS Jantung terbesar di Indonesia Timur itu segera dilanjutkan. Pemprov Sultra tengah menanti proses penandatanganan MoU pinjaman anggaran dari PT.SMI untuk melanjutkan pembangunan RS Jantung di Jalan Sam Ratulangi, Kendari.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra, Pahri Yamsul mengungkapkan pihaknya sudah siap untuk melakukan lelang pengerjaan tahap II RS Jantung. “Berkas semua sudah siap. Tinggal menunggu kepastian saja terkait proses anggaran dari pinjaman di PT.Sarana Multi Infrastruktur (SMI),” ujarnya kepada Kendari Pos, Minggu (11/10).

Nasib pengajuan pinjaman Pemprov Sultra di PT.SMI masih menggembirakan. Proses pinjaman sebagai sumber anggaran pembangunan RS Jantung sebesar Rp.389 miliar sudah memasuki tahap letter of intent (LoI). Ketika anggaran itu cair, maka Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang akan langsung melelang pekerjaan tahap II pembangunan RS Jantung.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J.Robert Maturbongs menuturkan LoI merupakan dokumen yang menjabarkan antara dua pihak atau lebih yang pemahamannya ingin diformalkan dalam perjanjian yang mengikat secara hukum. Konsepnya seperti kepala perjanjian atau nota kesepahaman. “LoI sudah dilakukan. Dan Insya Allah paling lambat dalam waktu dekat, proses selanjutnya (penandatanganan Memorandum of Understanding) sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya kepada Kendari Pos, Minggu (11/10) kemarin.

Robert belum dapat memastikan jadwal penandatangan MoU. Sebab, hingga kini pembatasan gerak di Jakarta akibat covid-19 masih belum berakhir. “Untuk LoI ini bisa dilakukan secara terpisah. Sedangkan untuk MoU sendiri itu harus dihadiri oleh kedua belah pihak dan para saksi. Jadi untuk sementara belum diketahui kapan bisa dilakukan. Kita berharap secepatnya,” ungkap Robert. (yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy