Pegiat Pendidikan Siap Gugat UU Ciptaker ke MK – Kendari Pos
Nasional

Pegiat Pendidikan Siap Gugat UU Ciptaker ke MK


KENDARIPOS.CO.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapan terkait penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Jokowi mengatakan pihak yang tidak puas bisa mengajukan judicial review (JC) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ilustrasi demo tolak Omnibus Law

Terkait hal itu, Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menuturkan, para akademisi pegiat pendidikan siap membawa UU Ciptaker ke ranah hukum. “Kalau akan dibawa ke MK, kami sedang berkomunikasi dengan Pak Dharmaningtyas (Pengurus Persatuan Keluarga Besar Taman Siswa),” ungkap Satriwan ketika dihubungi JawaPos.com, kemarin.

Pegiat pendidikan yang siap menggugat UU Ciptaker ke MK berasal dari lembaga-lembaga besar sampai guru besar universitas di Indonesia. Salah satunya NU Circle. “Kalangan pegiat pendidikan seperti NU Circle, kemudian Taman Siswa, LP Ma’arif NU, P2G dan kawan-kawan lain,” kata Satriwan.

Hanya saja, untuk lebih jelasnya masih belum ditentukan, apakah akan membawa pasal 65 yang terkait pendidikan ke MK atau bersama dengan para elemen lain yang melakukan penolakan.

“Karena isunya bukan hanya pendidikan, karena yang paling banyak sebenarnya adalah buruh, lingkungan hidup, dan pendidikan ada 1 pasal dan dua ayat. Jadi belum ada rencana menggabungkan bersama-sama atau fokus ke isu pendidikan saja, tapi kalau akan dibawa ke MK ini kami sedang berkomunikasi,” imbuh Satriawan.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengatakan kepada pihak-pihak yang tidak puas terhadap UU Ciptaker yang baru disahkan tersebut bisa melakukan judicial review ke MK.
”Kalau masih ada ketidakpuasan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja ini silakan mengajukan uji materi atau judicial review melalui MK. Sistem ketatanegaraan kita memang mengatakan seperti itu,” ujar Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden.

Banyak kalangan yang menyatakan sikap penolakan ihwal pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Namun, tidak untuk Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono yang mengapresiasi lahirnya UU tersebut.

Menanggapi hal itu, Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan bahwa ini menjadi potret bahwa para akademisi di Indonesia adalah intelektual tukang. Hal tersebut merupakan istilah orang intelektual yang memiliki posisi tinggi di masyarakat, namun tidak berpihak pada masyarakat itu sendiri.

Diketahui, terdapat 12 rektor yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang tergabung dalam Satgas Omnibus Law di penyusunan RUU Ciptaker. Salah satunya Panut Mulyono. “Saya pikir ini menjadi potret bahwa akademisi kita itu banyak yang intelektual tukang, jadi mendukung (UU Ciptaker),” ungkap Satriwan Salim, kemarin.

Terkait pernyataan rektor UGM, ia melihat bahwa saat ini kampus tidak lagi sebagai penyeimbang di tengah kasus ini. “Ketika ada rektor perguruan tinggi negeri dan swasta justru tidak menjadi lembaga yang kritis, kampus itu kan semestinya membangun kekritisan, nalar, bukan menjadi pengekor. Ini menjadi potret kampus-kampus negeri kita,” kata dia.

“Rektor-rektornya tidak kritis lagi. Padahal dalam konteks isu ini, kampus harus menjadi penyeimbang narasi-narasi yang dibangun oleh negara sebagai upaya pencegahan masyarakat. Mahasiswanya saja berdemo dan menolak, tapi justru di sini birokrat kampus mendukung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Panut menyatakan mengapresiasi langkah pemerintah untuk menciptakan peluang kerja yang lebih besar kepada masyarakat Indonesia melalui UU tersebut. “UGM mengapresiasi upaya pemerintah untuk menciptakan peluang kerja melalui upaya peningkatan kemudahan berbisnis bagi semua kalangan pengusaha, terutama UMKM melalui Omnibus Law Cipta Kerja,” ucapnya kepada wartawan.(jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy