Ormas Sepakat Tolak Aksi Anarkis, Kapolda Sultra : Bela Negara Tanggung Jawab Bersama


KENDARIPOS.CO.ID — Aksi unjuk rasa bagian dari demokrasi. Penyampaian pendapat di muka umum dijamin undang-undang, namun kerap kali dinodai dengan aksi kerusuhan dan anarkis. Aksi unjuk rasa yang berujung anarkis dan rusuh beberapa waktu lalu di Sultra dinilai mengganggu situasi Kamtibmas di Sulawesi Tenggara. Sejumlah elemen organisasi masyarakat (Ormas) di Sultra sepakat menolak adanya aksi anarkis.

Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya (tengah, pegang mic) menerima kehadiran ormas di Sultra yang menyatakan deklarasi menolak aksi anarkis dan kekerasan demi terjaminnya kondisi Kamtibmas

Adalah Pemuda Pancasila, GP Ansor, Senkom Mitra Polri, FKPPI, Komunitas Ojol, Pemuda Muhammadiyah, Brigade 08, dan GMKI menggelar deklarasi menolak anarkisme dan kekerasan di Markas Polda Sultra, Senin (19/10). Kedatangan ormas-ormas itu diterima Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya.

Dalam sambutannya, Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengatakan sangat prihatin dengan kondisi Sultra terkait dengan masalah demonstrasi yang menimbulkan chaos. “Bela negara merupakan tanggung jawab kita bersama (masyarakat), bukan hanya tugas aparat saja (Polri-TNI),” tutur Irjen Yan Sultra.

Menurut Kapolda, mengemukakakan pendapat di muka umum dijamin Undang undang tetapi kalau disusupi oknum yang tidak bertanggung jawab akan menyebabkan chaos. Polda Sultra akan menindak tegas terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Mari bersama-sama monitor situasi di kabupaten lain di Sulawesi Tenggara agar tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.

Dalam deklarasi itu, elemen masyarakat di Sultra menyatakan diri cinta damai dan tolak anarkisme demi keamanan di Sultra sehingga tidak ada lagi perusuh yang mengancam keamanan dan ketertiban daerah. (ade/c)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.