Operasi Zebra Sasar 15 Jenis Pelanggaran – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Operasi Zebra Sasar 15 Jenis Pelanggaran


KENDARIPOS.CO.ID — Belum semua masyarakat melek akan aturan lalu lintas dan kelengkapan kendaraan. Terang saja pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas masih saja terjadi. Penggendara masih abai terhadap aturan. Nah, untuk menstimulasi kepatuhan dan kesadaran masyarakat akan aturan lalu lintas, Polda Sultra dan Polres jajaran menggelar Operasi Zebra.

Kompol Agus Mulyadi, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sultra

Operasi Zebra se-Sultra dilakukan selama dua pekan. Terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2020. Kapolda Sultra, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sultra, Kompol Agus Mulyadi mengatakan operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan pengendara kendaraan bermotor dalam berlalu lintas dan kepatuhan penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

Kompol Agus Mulyadi menjelaskan operasi ini untuk menciptakan, situasi lalu lintas aman, nyaman, tertib dan lancar pada titik rawan kecelakaan, pelanggaran dan kemacetan lalu lintas. Terciptanya perubahan mindset berlalu lintas, dan kepatuhan masyarakat meningkat. “Selain itu untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas dan angka lakalantas di Sultra,” ujarnya kepada Kendari Pos, Senin (26/10) kemarin.

Polda Sultra menurunkan 356 personel polisi dalam operasi Zebra tahun 2020 ini. Rinciannya, 68 personel polisi dari Polda Sultra dan 287 personel polisi lainnya dari Polres jajaran. “Dalam operasi Zebra ini, terdapat 15 jenis pelanggaran yang menjadi target operasi,” ungkap Kompol Agus Mulyadi.

Target operasi Zebra tahun 2020 meliputi kelengkapan surat-surat berkendara (SIM dan STNK), kendaraan yang tidak sesuai standar, melawan arus, over kapasitas muatan, penggunaan helm ber-SNI, pajak kendaraan, dan penggunaan sirene yang bukan peruntukannya. Selain itu, penggunaan plat gantung, kendaraan hasil curian, menghindari petugas yang sedang melakukan razia dengan cara berhenti.

“Selain itu, melanggar rambu lalu lintas, melakukan protes berlebihan, meminta bantuan backing agar terhindar dari sanksi, menanyakan surat perintah, dan tidak menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” sebut Kompol Agus Mulyadi.

Dia berharap para pengendara agar tertib berlalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19. “Sesungguhnya pelanggar itu tidak hanya membahayakan diri sendiri tapi membahayakan pengendara atau pengguna jalan lainnya,” tutup Kompol Agus Mulyadi. (m2/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy