OJK Perpanjang Relaksasi Kredit Satu Tahun – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

OJK Perpanjang Relaksasi Kredit Satu Tahun

Tampak kantor BRI Cabang Samratulangi Kendari. Otoritas Jasa Keuangan memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit selama satu tahun bagi debitur yang terdampak Covid-19.


KENDARIPOS.CO.ID– Kabar gembira bagi para debitur terdampak Covid-19. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit selama satu tahun. Hal ini setelah memperhatikan asesmen terakhir OJK terkait debitur restrukturisasi sejak diputuskannya rencana memperpanjang relaksasi ini pada saat Rapat Dewan Komisioner OJK pada tanggal 23 September 2020.

“Perpanjangan restrukturisasi ini sebagai langkah antisipasi untuk menyangga terjadinya penurunan kualitas debitur restrukturisasi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/10).

Namun, kata dia, kebijakan perpanjangan restrukturisasi diberikan secara selektif berdasarkan asesmen bank untuk menghindari moral hazard agar debitur tetap mau dan mampu melakukan kegiatan ekonomi dengan beradaptasi di tengah masa pandemi. OJK segera memfinalisasi kebijakan perpanjangan restrukturisasi ini dalam bentuk Peraturan OJK (POJK) termasuk memperpanjang beberapa stimulus lanjutan yang terkait. Antara lain pengecualian perhitungan aset berkualitas rendah (loan at risk) dalam penilaian tingkat kesehatan bank, governance persetujuan kredit restrukturisasi, penyesuaian pemenuhan capital conservation buffer dan penilaian kualitas Agunan yang Diambil Alih (AYDA) serta penundaan implementasi Basel III.

Sebelumnya pada 13 Maret 2029 lalu, OJK telah mengeluarkan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease yang berlaku sampai 31 Maret 2021. POJK ini diharapkan dapat mengantisipasi down-side risk dari penyebaran virus Corona untuk menjaga pertumbuhan perekonomian nasional.

Pemberian stimulus ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran Covid-19, termasuk UMKM. Kebijakan stimulus yang dimaksud terdiri dari penilaian kualitas kredit/pembiayaan/penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar. Kemudian, restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit.

Adapun realisasi restrukturisasi kredit sektor perbankan di Indonesia per tanggal 28 September 2020 sebesar Rp 904,3 triliun untuk 7,5 juta debitur. Sementara NPL di bulan September 2020 sebesar 3,15 persen atau menurun dari bulan sebelumnya sebesar 3,22 persen.

“OJK senantiasa mencermati dinamika dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan di sektor jasa keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Sementara, jumlah debitur baik nasabah perbankan maupun pembiayaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdampak hingga 28 Agustus 2020 mencapai 113.962 debitur dengan outstanding kredit sebesar Rp 6,17 triliun.

“Sebanyak 59.499 debitur mengajukan restrukturisasi kredit dengan nominal sebesar Rp 3,39 triliun. Dari jumlah tersebut, debitur yang telah dilakukan atau disetujui restrukturisasi kreditnya sebanyak 54.463 debitur dengan outstanding sebesar Rp 2,78 triliun,” ungkap Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution, beberapa waktu lalu. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy