Merasa Difitnah, Kades Tanomeha Wakatobi Lapor ke Gakumdu – Kendari Pos
Wakatobi

Merasa Difitnah, Kades Tanomeha Wakatobi Lapor ke Gakumdu

KENDARIPOS.CO.ID — Kepala Desa Tanomeha, Kecamatan Kaledupa Selatan, Mardan, melaporkan salah satu pasangan calon (paslon) ke penegak hukum terpadu (Gakumdu) Kabupaten Wakatobi. Laporan resmi dibuat Sabtu (24/10/2020), pukul 11.30 WITA, dengan nomor: 02/PL/PB/Kab/28.10/X/2020 dengan sangkaan pasal 183 ayat 2 terkait huruf C, menghasut dan memfitnah dalam berkampanye.

Pasalnya, sebuah video berdurasi 03 menit 18 detik, dalam suasana kampanye di desa Tanomeha, Kaledupa Selatan, tampak percakapan antar juru kampanye (jurkam) salah satu pasangan calon (paslon) dengan salah seorang warga Desa Tanomeha terkait dugaan intimidasi dan ancaman pembakaran rumah yang dituduhkan kepada Kepala Desa Tanomeha.

Usai bukti laporan dikantongi, Mardan bersama anggota PPS Tanomeha, La Kidi langsung menggelar konferensi Pers di salah satu hotel di Wangi-Wangi. Menurutnya tuduhan yang dialamatkan kepadanya adalah fitnah. Untuk mencegah konflik di desanya, ia bersama La Kidi yang juga menjadi korban tuduhan serupa akhirnya menempuh jalur hukum.

“Terkait fitnah yang dituduhkan kepada saya saat kampanye salah satu paslon di Kaledupa Selatan tepatnya di desa Tanomeha, hari ini telah resmi saya laporkan,” ungkapnya.

Selain paslon, dirinya juga melaporkan jurkam Muhamad Daulat hingga Ramil. Bahkan ada juga warga yang ikut dilaporkan. “Saya menginginkan dengan adanya laporan ini pihak Gakumdu segera menindak lanjuti agar tidak terjadi fitnah yang mengarah kepada saya,” ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengarahkan dukungan politik kepada salah satu paslon, terlebih dengan melakukan intimidasi atau ancaman kepada warga. “Saya tidak pernah merasa mengancam warga. Saya ini Kepala desa yang diharuskan netral, dan tidak memihak kepada salah satu pasangan calon,” tegasnya.

Sementara itu, ditanya terkait laporan mengapa lebih memilih Gakumdu ketimbang pihak Kepolisian secara mandiri. Ia menyebut alasan salah satunya karena dugaan intimidasi dan acaman itu diungkap lewat kampanye, di Desa Tanomeha. “Adapun tindak pidana pemilu saya laporkan pasal 187 ayat 2 terkait huruf c menghasut dan menfitnah dalam kampanye,” tutupnya. (thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy