Menebar Optimistis di Tengah “Badai”, Pemprov Yakin Capai Target PAD – Kendari Pos
Nasional

Menebar Optimistis di Tengah “Badai”, Pemprov Yakin Capai Target PAD


KENDARIPOS.CO.ID — Serangan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak hanya melumpuhkan sektor ekonomi dan kesehatan. Wabah Covid-19 pun memengaruhi pundi-pundi pendapatan daerah Pemprov Sultra. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Nur Endang Abbas mengatakan, kas pendapatan asli daerah (PAD) per 12 Oktober sekira Rp. 549 miliar.

Diakuinya realisasi PAD itu belum mencapai target. Kendati begitu, Sekda Nur Endang Abbas menghembuskan optimistis PAD akan tercapai sesuai target. Masih ada waktu hingga Desember 2020 untuk mencapai target. Dia optimis target itu akan tercapai hingga Desember 2020. Nur Endang Abbas menyebut target PAD tahun 2020 sebesar Rp 964 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, H. Nur Endang Abbas

“Kita tetap berupaya agar hingga Desember nanti, pendapatan daerah kita akan lebih optimal, dan mencapai Rp 900 jutaan lebih,” optimistis Nur Endang Abbas dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pembahasan KUA PPAS perubahan APBD di kantor DPRD Sultra, Rabu (14/10) kemarin..

Menurutnya, hal itu tentunya yang memberikan perubahan dan penyesuaian diberbagai program kegiatan belanja daerah. “Tentunya kami akan menyesuaikan. Intinya, kami juga akan fokuskan dalam dana belanja tak terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19. Pandemi Covid-19 ini berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan,” ungkap mantan Kepala BKD Sultra itu.

Terkait dengan kebijakan belanja daerah, Nur Endang Abbas menjelaskan secara umum tetap diarahkan untuk percepatan penanganan Covid-19 dan mendukung pelaksanaan berbagai program serta kegiatan prioritas pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam perubahan RKPD tahun 2020. “Dari sisi pengalokasian anggaran, belanja daerah semula dianggarkan sekira Rp 5,7 triliun mengalami perubahan menjadi Rp 4,7 triliun atau berkurang sebesar Rp 971 miliar atau turun 16,87 persen,” ungkapnya.

Menurut Endang, perubahan belanja tersebut diakibatkan karena adanya perubahan belanja, baik untuk belanja pegawai, barang dan jasa serta modal. “Belanja dimaksud dipergunakan untuk percepatan penanganan covid-19, dan pencapaian target pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD Provinsi Sultra tahun 2018-2023,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J.Robert Maturbongs mengatakan rencana awal total grand pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 1,2 triliun. Namun, akibat pandemi Covid-19, target diturunkan menjadi Rp.900 miliar lebih.

“Ini kita antisipasi akibat adanya penurunan pajak daerah, pos retribusi, pos pendapatan lainya yang sah. Sehingga total grand pendapatan yang semula kita rencanakan Rp 1,2 triliun turun menjadi Rp 900 miliar sekian. Itu merupakan akumulasi PAD dan dana transfer, “jelas Robert.

Anggota Komisi I DPRD Sultra, Bustam berharap persoalan rakyat yang diaspirasikan juga dapat teratasi dengan baik. “Ada banyak tuntutan masyarakat. Namun, di satu sisi juga kita harus mengetahui kondisi yang sedang kita alami yakni pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Politisi Gerindra itu meminta agar setiap OPD, khususnya OPD yang bersentuhan langsung bersentuhan dengan PAD harus memaksimalkan kinerja. “Fasilitas dan dukungan anggaran harus dioptimalkan. Karena ini menyangkut kinerja guna memasukan anggaran juga. Saya rasa ini perlu jadi perhatian,” pungkas Bustam. (rah/yog/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy