Memajuhebatkan Pendidikan Berbasis Daring, Oleh : Prof Hanna – Kendari Pos
Kolom

Memajuhebatkan Pendidikan Berbasis Daring, Oleh : Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Beberapa hari lalu, saya dikirimi buku teman yang ditulis Wansam. Terbitan Guepedia tahun 2020. Buku itu mengulas tentang eksistensi pendidikan dalam semua dimensi ruang dan waktu. Saya bolak-balik membaca halaman demi halaman, untuk menemukan apa yang memajuhebatkan pendidikan. Ternyata, salah satu point yang penulis maksudkan adalah mengembalikan kedaulatan sekolah, dengan membangun paradigma top dawn yang akan tergantikan dengan button up yang sejalan dengan pemikiran manajemen berbasis sekolah.

Prof. Hanna

Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan proses mengelola sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan. Di dalamnya, memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah. Juga mendorong pengambilan keputusan partisipatif secara langsung semua komponen warga sekolah, seperti kepala sekolah, guru, siswa, orang tua dan masyarakat.

Terkait ini, tentu saja penyiapan sumber daya manusia (SDM) pendidikan menjadi salah satu indikator yang harus dibenahi. Apalagi menghadapi teknologi yang begitu pesat, menjadikan guru harus mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG), yakni pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana. Program ini, mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru sebagai program pengganti akta IV yang tidak berlaku mulai tahun 2005.

FKIP Universitas Halu Oleo (UHO), satu dari sejumlah perguruan tinggi yang dipercayakan melaksanakan PPG sejak beberapa tahun lalu. Sejauh ini, selalu mengawal kegiatan PPG dengan penuh rasa tanggung jawab. Dalam pandemik covid-19 ini, program PPG dirancang dengan mengutamakan penekanan penguasaan pada empat kompetensi, yakni pedagogic, kepribadian, sosial dan komptensi profesi. Selain itu, juga ditekankan melalui pembelajaran berbasis teknologi (daring). Sebab, itu relevan dengan masa pandemik. Sehingga, peserta yang saat ini masih dalam proses pelatihan akan menjadi guru handal dalam bidangnya dan bidang teknologi untuk menuju pembelajaran abad 21 yang dikenal dengan 4.0.

Tidak bisa dipungkiri, ada kekhawatiran orang akan adanya pergeseran kebutuhan sumber daya manusia (SDM), dari berketerampilan rendah (pekerjaan tangan) ke SDM berdaya kreativitas tinggi. Kreativitas adalah satu-satunya kemungkinan bagi negara berkembang untuk tumbuh. Sehingga, selaku guru pembelajaran abad 21, perlu mengorientasikan pembelajaran untuk menghasilkan peserta didik berdaya kreativitas tinggi. Hal ini lebih cepat tercapai manakala proses peserta didik menjadi subjek aktif mengkonstruksi pengalaman belajar, berlatih berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan mengembangkan kebiasaaan mencipta (habit creation).

Dalam kondisi saat ini, kebiasaan mengajar dengan paradigma lama akan berubah. Di mana peserta didik bisa belajar di manapun dan kapanpun dengan beragam pilihan materi pembelajaran. Ilmu pengetahuan mungkin tidak lagi tersekat dalam batasan ruang, waktu, dan paket-paket pengetahuan yang harus diselesaikan dalam istilah semester ataupun tahun ajaran. Di zaman sekarang, setidaknya guru dihadapkan dengan dua tantangan sekaligus, yakni perubahan karakteristik pelajar dan perbaikan sistem pendidikan yang cenderung parsial.
Bagaimanapun juga, pendidik memang harus berbenah. Hal paling fundamental adalah membekali diri untuk menghadapi disrupsi (gangguan) di Era digital 4.0. Perubahan mendasar sedang terjadi dalam dunia pendidikan yang popular dengan istilah “fenomena disrupsi” dengan tanda-tanda sebagai berikut; (1) belajar tidak lagi terbatas pada paket-paket pengetahuan terstruktur. Namun belajar tanpa batas sesuai minat (continuum learning); (2) pola belajar menjadi lebih informal; (3) keterampilan belajar mandiri (self motivated learning) semakin berperan penting, dan (4) banyak cara untuk belajar dan banyak sumber yang bisa diakses seiring dengan pergeseran paradigma secara besar-besaran.

Kata disrupsi akhir-akhir ini muncul beriringan dengan istilah era Industri 4.0. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata “disrupsi” diartikan sebagai “hal tercabut dari akarnya”. Dengan perkataan lain, materi pembelajaran dapat sampai kepada peserta didik setiap waktu tanpa dibatasi ruang dan waktu. Pertanyaan yang penting kita jawab adalah bagaimana menyikapi hal ini? Paradigma lama tentu tidak bisa dipakai. Kita tidak bisa bertahan dengan itu. Paradigma saat ini yang berkembang adalah fokus kepada pengembangan keterampilan belajar. Peserta didik harus belajar cara melacak, menganalisis, mensintesis, mengubah, mendekontruksi bahkan menciptakan lalu membagikan pengetahuan kepada orang lain. Dari kondisi ini maka guru sebenarnya memberikan kesempatan peserta didik untuk menghubungkan materi yang dipelajari dengan dunia nyata.

Salah satu pengaruh signifikan teknologi terhadap pembelajaran abad 21 adalah adanya kemudahan akses terhadap sumber belajar. Komponen pembelajaran abad 21 yang meningkat interaksinya satu sama lain, yaitu: (1) Aktivitas instruktur/guru/ mentor/fasilitator; (2) Desain pembelajaran online; (3) Data sebagai sumber belajar (big data); (4) Strategi pembelajaran online; dan (5) Unjuk kerja peserta didik.

Masalah pembelajaran online sebagai wujud dari kemajuan teknologi yang semakin pesat membawa kemudahan bagi manusia. Khususnya di bidang pendidikan. Memanfaatkan teknologi dalam dunia pendidikan dengan baik dan benar akan membawa dampak siginifikan terhadap proses pembelajaran. Teknologi dalam bidang pendidikan sangat membantu pelajar maupun pengajar. Seperti belajar berbasis daring (online). Meski tidak bertatap muka secara fisik, belajar online tetap membutuhkan kelas atau pertemuan tatap muka terjadwal teratur. Belajar online juga bisa diartikan alat atau sistem pendidikan berbasis komputer yang memungkinkan belajar di mana saja dan kapan saja. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy