Mahasiswa Unsultra Terima Bantuan Paket Data

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, M. Agric., bersama salah satu mahasiswanya.

KENDARIPOS.CO.ID — Bantuan kuota internet gratis yang dijanjikan pemerintah melalui Kementeriwn Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang diperuntukan bagi mahasiswa dan dosen mulai tersalurkan. Tak hanya mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri, kuota gratis yang diberikan selama empat bulan tersebut, juga didistribusikan pada mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta.
Salah satu kampus swasta yang telah mendapatkan bantuan tersebut yakni Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra).

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Agric., mengungkapkan bahwa seluruh mahasiswa dan dosen Unsultra telah mendapatkan bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud ini sudah tersalurkan. Satu orang mahasiswa mendapatkan kouta gratis sebanyak 50 GB selama 4 bulan berturut-turut. “Yang namanya mahasiswa semuanya pasti dapat, asalkan nomor handphone-nya telah didaftarkan dan sudah diverifikasi,” jelasnya pada Kendari Pos, kemarin.

Bantuan paket internet gratis dari pemerintah sangat dibutuhkan bagi mahasiswanya, guna mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Sebab, penggunaan paket data kerap menjadi keluhan dari mahasiswa. “Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, permasalahan paket data sudah teratasi. Untuk itu, tidak ada lagi alasan bagi para mahasiswa untuk tidak mengikuti proses perkuliahan secara daring,” terangnya.

Mantan Kepala Universitas Terbuka Kendari ini, juga menuturkan saat ini pendaftaran nomor handphone mahasiswa terus dilakukan. Terlebihb lagi, Unsultra baru saja menerima ratusan Mahasiswa Baru (Maba) yang juga akan mendapatkan bantuan kuota gratis tersebut. “Untuk penyaluran pertama Maba belum terdaftarkan nomor handphone-nya. Sebab pada saat proses pendataan mereka belum resmi sebagai mahasiswa di Unsultra. Nha setelah resmi menjadi Mahasiswa kami, maka nomor handphone masing-masing mahasiswa didata dan dikirim langsung ke Kemendikbud. Sehingga paket data gratis dari pemerintah bisa mereka manfaatkan juga,” tuturnya.

Diakuinya, selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia khususnya Sultra, seluruh aktivitas perkuliahan yang sebelumnya berlangsung secara tatap muka berubah menjadi virtual atau online. Menurut dia, metode perkuliahan online akan terus berlangsung, sebab kasus Covid-19 di Kota Kendari masih terus mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah sejauh ini proses perkuliahan secara Daring yang dilakukan Unsultra berlangsung lancar. Seluruh mahasiswa kami mengikutinya dengan baik. Kendati ada beberapa mahaiswa kami yang harus melakukan upaya keras untuk mengikuti perkuliahan Daring tersebut, dikarenakan terkendala jaringan. Untuk itu, kami akan melakukan pendataan siapa-siapa saja mahaiswa kita mengalami kendala kesusahan jaringan, agar bisa kita ketahui dan dicarikan solusinya,” pungkasnya. (idh/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.