Lingkar Muna, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Lingkar Muna, Oleh : La Ode Diada Nebansi


Emergency nampaknya bisa menyulut kemajuan. Karena pelabuhan Ferry Tampo sudah memasuki masa perbaikan. Praktis pintu masuk Muna via kapal ferry Torobulu harus merapat di ferry Tondasi atau Lagasa. Dua dermaga ferry ini yang ada di Muna yang bisa dijadikan altermatif.

Untuk kepentingan lancarnya transportasi, seperti itu.

Tapi, sembari mengatasi kemacetan transportasi ferry oleh karena dermaganya yang problem, pemikiran ke arah kemajuan pembangunan sektor nontranportasi pun bisa dipikirkan.

La Ode Diada Nebansi

Pemandangan malam Senin, kemarin di lintasan Tondasi-Kambara-Wakobalu Agung hingga Wakuru dan seterusnya yang tiba-tiba melintas banyak kendaraan di malam hari bisa dijadikan stimulan dan merancang pembangunan terpadu sektor perhubungan.
Konektivitas titik simpul transportasi harus dipandang sebagai hal super penting dalam merancang kemajuan dan pembangunan.

Ya, keramaian kendaraan yang tiba-tiba melintas di malam hari, di poros Tondasi-Kambara-Kabawo via Wakobalu Agung itu yang membuat inspirasi baru.

Masyarakat pun baru “ngeh” setelah beberapa di antara pengguna jalan yang tiba-tiba itu, beristirahat dan mampir untuk jajan atau apalah namanya.

Artinya, arus kendaraan yang tiba-tiba ramai ini telah melahirkan semangat baru dalam membangun daerah. Sekali lagi harap tahu bahwa, semangat kemajuan itu muncul oleh karena situasi yang emergency dengan direhabilitasinya dermaga ferry Tampo.

Pada sisi yang luas lagi, Muna dan Muna Barat bisa terlingkari arus transportasi jika terdapat dua pintu masuk yakni Tampo dan Tondasi. Luar biasa. Artinya lagi, Pemda harus berterima kasih dengan situasi emergency ini karena ternyata melahirkan inspirasi baru dalam perencanaan dan perancangan pembangunan daerah.

Karena itu, patenkanlah pelabuhan ferry Tondasi itu sebagai pintu dua menuju Muna-Mubar dari Torobulu. Sekalipun dermaga ferry Tampo telah selesai dibangun, trayek Torobulu – Tondasi jangan diputus. Sebaliknya, upayakan penambahan kapal ferry baru untuk melayani jalur ini demi kemajuan pembangunan di lingkar Muna.

Hanya karena situasi emergency sudah melahirkan ekses yang dapat mentriger kemajuan. Bagaimana lagi jika triger kemajuan itu dilakukan secara terencana oleh berbagai sektor dan sub sektornya. Wooww, bisa lebih maju lagi.

Maksud saya, kebetulan ada Komisi V DPR RI yang kunjungannya didampingi oleh seluruh programmer pembangunan dari berbagai kementerian dan lembaga. Saya, dengan sim sala bim pun: MAJU, maka, MAJULAH SULTRA.

Kenapa? Komisi V lho… Komisi yang membidangi infrastruktur. Artinya? Artinya, mau jalanmu di-tol-kan bisa tol, mau ring road, bisa ring road.

Mau jembatan bentangan panjang agar ke Morosi tak lagi naik getek, bisa. Mau minta dibangunkan jembatan penghubung Muna-Buton kepada Komisi V, bisa dibangunkan. Meminta dibangunkan jembatan penghubung Polewali-Tobea-Tampo seperti juga Jembatan Barelang yang menghubungkan pulau Batam-Rencang-Galang (Barelang) pun sangat bisa.

Jadi, mumpung ada Komisi V dan seluruh mitra pemerintahnya: mintalah. Pasti dikasih. Toh, APBN itu bukan uangnya juga. Itu uang tak bertuan, yang bisa digunakan dimana saja dan oleh siapa saja. Hanya, tergantung lobi dan narasi. Maksud saya, kalau mereka minta fee, bilang saja bahwa kita hanya punya fee-rus corona.

Kalau mereka minta wang, bilang saja bahwa Wang-dopita masih diisolasi. Tapi, kalau mereka minta ayam kampung, tinggal kasi pilih: betina kokowi atau jantan yang kalah sabung taji. Sory, yang terakhir ini hanya intermezzo. Yang serius adalah, bahwa kuasa Komisi V DPR RI dalam hal ploting anggaran, ibarat tuan menyeberang Tampo-Torobulu sementara pemegang nomor antri mantan anak buah. Artinya: pasti. (nebansi@yahoo.com)

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy