Lagi, Pemkot Gandeng BWS Gagas Pembangunan Kolam Regulasi – Kendari Pos
Metro Kendari

Lagi, Pemkot Gandeng BWS Gagas Pembangunan Kolam Regulasi

KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir mengungkapkan salah satu indikator wilayah dikatakan layak huni adalah kota yang bebas banjir atau memiliki sistem pengendalian banjir yang baik. Oleh karena itu, pihaknya masih bersama Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari menggagas pembangunan kolam regulasi Nanga-nanga di Kelurahan Baruga.

Pengerjaan Waduk Pengendali banjir DAS Wanggu di Kelurahan Lepo-lepo, Kota Kendari.

Pemkot dan BWS Sulawesi IV Kendari berbagi peran dalam pembangunan kolam regulasi ini. Pemkot mendapatkan tugas untuk membebaskan lahan seluas 42 hektar, sementara BWS bertugas untuk membangun konstruksi kolam. Sulkarnain mengaku siap mempercepat proses pembebasan lahan kolam yang diprediksi bisa menampung air sebesar 2,5 juta meter kubik ini .

“Kami siap untuk (pembebasan lahan). Apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak seperti mereduksi potensi terjadinya banjir di Kota Kendari. Saya sudah instruksikan jajaran untuk melakukan komunikasi awal (lobi) ke pemilik lahan yang menjadi lokasi pembangunan kolam regulasi,” kata Sulkarnain.

Anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae meminta Pemkot mengambil langkah kongkrit apabila terjadi permasalahan dalam proses pembangunan kolam regulasi Nanga-nanga. “Kalau memang nanti ada masyarakat yang menaikkan harga tanah dilokasi pembangunan kolam regulasi nanga-nanga, maka Wali Kota harus segera mengambil upaya positif. Saya kira tidak ada yang menjadi masalah jika komunikasi berjalan baik. Semoga cepat terbangun. Ini untuk kepentingan kita semua,” kata Ridwan Bae.

Politisi senior ini mengaku siap memperjuangkan percepatan pembangunan kolam regulasi di Senayan. Termasuk melobi Kementerian PUPR dalam hal ini Direktorat Sumber Daya Air (SDA). “Itu sudah jadi tugas saya. Ini akan jalan beriringan hingga semua bisa terbangun,” tandasnya.

Sekedar informasi, kolam regulasi Nanga-nanga mampu menampung air luapan sungai hingga 1,5 juta – 2,5 juta meter kubik. Dengan dibangunnya kolam ini, diperkirakan dapat mereduksi banjir hingga 46 persen. Selain itu, kolam regulasi ini juga mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk warga Kota Kendari hingga 20 liter per detik. (b/adv/ags)

Pembangunan Kolam Retensi
Anggaran Rp 22,8 Miliar
Ditargetkan Rampung 28 Desember 2020
Terbagi Dua Kolam Hulu dan Hilir
Mereduksi Potensi Banjir 2.500 Hektar jadi 681 Hektar

Kolam Retensi Hulu
Luas 3 Hektar
Daya Tambung 60 Ribu Meter Kubik
Dikelilingi Tanggul (elevasi tanggul lebih 5 meter)

Kolam Retensi Hilir
Luas 5,9 Hektar
Daya Tampung 177 Ribu Meter Kubik

Luas Titik Rawan Banjir

  1. 44 Lokasi
  2. Tersebar di 6 Kecamatan
  3. 4.140,87 Hektar
    -Sangat Rawan 145 Hektar
    -Rawan 39 Hektar
    -Sedang 3.956 Hektar

Pembangunan Kolam Regulasi di Nanga-nanga
-Luas Lahan 42 Hektar
-Daya Tampung 1,5 s.d 2,5 Juta Meter Kubik
-Mereduksi Banjir 46 Persen
-Proses Pendataan (Lobi Awal) Pembebasan Lahan

  • Studi dan Kajian Dimulai 2021

Upaya Pemkot Mengantisipasi Banjir
-Perbaikan Saluran Drainase
-Normalisasi Sungai
-Pembangunan Tanggul di Bantaran Sungai
-Pembangunan Waduk Pengendali Banjir

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy