Kemenhub Gelar Gowes Virtual Se-Indonesia

KENDARIPOS.CO.ID — Puncak Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) sudah berlalu, namun rangkaiannya masih berlangsung hingga besok, 17 Oktober 2020. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menggelar gowes virtual se-Indonesia. Gowes menjadi tren gaya hidup agar tetap sehat dan menjadi penambah imun di era pandemi Covid-19. Tubuh sehat dengan bersepeda diyakini menjadi penangkal paparan Covid-19.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf mengatakan, pemerintah pusat menggelar virtual bicycle fair yang dirangkaikan web seminar (Webinar), Sabtu (17/10). “Ini masih dalam rangkaian PNKJ. Puncak virtual bicycle fair nanti akan di buka Menteri Perhubungan di Jakarta dan diikuti peserta dari 34 provinsi,” ujarnya kepada Kendari Pos, Kamis (15/10) kemarin.

Benny Nurdin Yusuf menjelaskan peserta gowes virtual perdana ini dibatasi. Satu tim terdiri dari lima peserta. Ada tim khusus dari pusat untuk setiap daerah. “17 Oktober nanti kita yang menentukan titiknya dimana akan dimulai, dan akan bergerak sejauh 10 kilometer. Panitia di Jakarta akan memantau rute dari aplikasi khusus. Rute dari aplikasi inilah nanti dikirimkan ke panitia di Jakarta,” jelasnya.

Kepala BPTD Wilayah XVIII Sultra, Benny Nurdin Yusuf

Virtual bicycle fair ini lebih concern kepada pemanfaatan sepeda sekaligus salah satu bentuk sosialisasi Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan yang dapat menjadi panduan bagi para pesepeda dan stakeholders lainnya agar tetap bersepeda dengan aman dan berkeselamatan. Khususnya menyosialisasikan pemanfaatan sepeda di era new normal.

Intinya, kata Benny Nurdin Yusuf, virtual bicycle fair ini bertujuan menyosialisasikan pemanfaatan sepeda di era kebiasaan baru. “Selain itu mematuhi aturan bersepeda, dengan terus menggunakan alat-alat keselamatan. Juga kita harus tetap patuh akan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker, ” terangnya.

Tujuan lainnya adalah menggairahkan pemanfaatan sepeda. Berdasarkan PM 59 tahun 2020, pesepeda tidak hanya digunakan sebagai sarana olahraga tetapi lebih dari itu masyarakat dapat memanfaatkan sepeda sebagai moda transportasi aman, nyaman dan sehat.

Virtual bicycle fair ini juga sebagai upaya mendorong pemerintah daerah untuk segera melahirkan kebijakan dan menyiapkan lajur-lajur sepeda. Benny Nurdin berharap para pengambil kebijakan baik ditingkat pusat dab daerah menyuarakan keselamatan jalan kepada masyarakat.

“Keselamatan jalan tidak mungkin terwujud bila kita tidak memulainya dari sekarang. Bahkan dari diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, serta lingkungan dan ke depan dapat menjadi budaya serta peradaban bangsa,”pungkas Benny Nurdin Yusuf. (rah/b)

Facebooktwittermail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.