Kemendikbud Dinilai Gagal Mendistribusikan Kuota Gratis – Kendari Pos
Nasional

Kemendikbud Dinilai Gagal Mendistribusikan Kuota Gratis


KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai gagal dalam melaksanakan pengiriman kuota gratis. Pasalnya, berdasarkan survei yang dilakukan Arus Survei Indonesia (ASI), terdapat 66,8 persen warga pendidikan yang belum menerima subsidi.

Namun, Kemendikbud hanya menginformasikan bahwa 84,7 persen publik menilai program ini adalah langkah yang tepat. Namun, informasi yang kurang baik tidak dipublikasikan.

Menanggapi itu, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji menuturkan bahwa komunikasi pencitraan seperti itu adalah langkah yang tidak baik. “Bagaimana Kemendikbud menyikapi sudah satu bulan ini masih ada 66 persen warga pendidikan yang belum mendapatkan kuota, ini harus disampaikan ke publik dan ungkapkan kendalanya apa,” terangnya kepada JawaPos.com, Minggu (18/10).

Kata dia, seharusnya dari pejabat Kemendikbud ada yang menginfomasikan hal tersebut. Seperti solusi apa yang akan dihadirkan untuk mengatasi masalah terkait masih banyaknya warga pendidikan yang belum mendapatkan kuota.

“Langkah yang diambil kan berbeda, malah menunjukkan sebuah survei yang menunjukkan 80,5 persen masyarakat bahwa kuota ini sangat membantu dan harus diperbanyak, itu yang ditampilkan, seakan-akan ingin menutupi suatu problem dengan sebuah pencapaian yang semu,” tegas dia.

Indra Charismiadji pun mengkritisi Kemendikbud yang tidak berkomunikasi kepada publik menjadi penyebab masyarakat pendidikan tidak mengetahui informasi tersebut. Begitu juga dengan dinas pendidikan (disdik) yang ada di daerah tersebut.

“Kalau bicara kondisi kuota ini ya wajar kalau banyak masyarakat yang tidak tahu, karena kita sedikit sekali melihat pejabat Kemendikbud termasuk menterinya tampil (menyampaikan informasi) di layar televisi dan media publik,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (18/10).

Padahal Kemendikbud sendiri sering menggaungkan 4C kepada dunia pendidikan untuk menjalankan pembelajaran abad ke-21, yaitu critical thinking, creativity, collaboration, and communication. Namun, sayangnya Kemendikbud tidak mengaplikasikannya sendiri, terbukti dengan kasus sekarang ini.

“Mereka sendiri kesulitan melaksanakan itu, jadi sebelum meminta anak-anak kita menguasai hal tersebut, kemendikbud sendiri harus memberikan contoh bagamana berkomunikasi yang baik karena yang kita bawa ini adalah kebijakan publik dan kepentingan bangsa Indonesia,” tutur dia.

Pola komunikasi yang hanya satu arah itu pun, kata dia membuat lubang besar pada sistem pendidikan dalam negeri. Pasalnya, kementerian yang mengurus pendidikan sendiri kurang mensosialisasikan program-programnya kepada publik.

“Harusnya mereka punya anggaran untuk sosialisasi, semakin mendekati rakyat lah, ini kan kebijakan publik yang mereka harus tau dan diikutsertakan dan diajak bicara, tapi entah kenapa sulit sekali mengambil jalan kesana, kalau bicara ke media itu sulit, apalagi bicara ke lintas pemerintah, pemda dan disdik dan ormas ya semakin sulit, harapannya segera ada perbaikan lah komunikasi publik ini,” tutup Indra.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif ASI Ali Rifan menyayangkan masih banyaknya yang belum mengetahui adanya bantuan kuota gratis. “Apakah tahu ada bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud? 20,0 persen menjawab tidak tahu. Dan ada 1,1 persen yang tidak bisa menjawab,” terangnya dalam webinar Polemik dan Presepsi Publik Terhadap Bantuan Kuota Internet.

Sedangkan, yang mengetahui adanya bantuan sebesar 78,9 persen. Untuk itu, menurut Ali, sosialisasi ini harus dimaksimalkan lagi oleh pihak Kemendikbud.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil survei ASI menyebutkan bahwa program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab urgensi di tengah pandemi Covid-19. Kemendikbud pun menanggapi hal itu.

“Melegakan sekali mengetahui bahwa masyarakat menilai kebijakan ini merupakah langkah yang tepat dari Pemerintah serta membantu meringankan beban ekonomi yang dihadapi di masa pandemi,” papar Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Hasan Chabibie usai menyimak hasil survei yang disiarkan ASI, Jumat (16/10). “Yang terpenting, bahwa kebijakan ini membantu pembelajaran jarak jauh di masa pandemi,” imbuh Hasan. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy